oleh

Proyek Pengerasan Jalan Dinilai Asal-asalan

LINGGAU POS ONLINE, SIMPANG PERIUK – Proyek pengerasan jalan, di Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II yang rencananya akan dijadikan simpang empat, kini sudah ditumbuhi rumput. Hal ini membuat warga meminta kepada pemerintah, untuk segera mengecek dan meneruskan pembangunan jalan tersebut.

Seperti yang diungkapkan salah seorang warga sekitar, Imron (32), kalau jalan yang diinginkan masyarakat setempat guna memperlancar akses jalan mereka, tampak tidak terawat, karena tidak ada aktivitas pengerjaan dari pemborong. Wajar, kalau saat ini jalan tersebut sudah banyak ditumbuhi rumput.

Bahkan saat ini tidak hanya ditumbuhi rumput, namun juga sudah mengalami kerusakan serta batu-batu koral yang ada sudah berserakan.

“Proyek pengerasan jalan ini ukuran panjangnya sekitar 500 meter, lebar 8 meter dengan anggaran senilai Rp 1,9 miliar. Pengerasan jalan baru selesai dikerjakan sekitar 2 bulan, namun sekarang hampir setiap badan jalan sudah ditumbuhi rumput setinggi 40 sampai 80 cm,” ungkap Imron.

Menurut Imron, saat pelaksanaan pengerasan jalan tersebut, masyarakat menilai dikerjakan asal jadi. Hal itu, dilihat dari hamparan batu koral yang kurang pemadatan, ketebalan untuk standar Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sangat minim sehingga jalan jadi bergelombang.

“Ditumbuhi rumput di jalan tersebut, karena adanya celah- celah tanah yang tidak tertutup batu koral,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wawan (28), kondisi jalan sudah dipenuhi rumput di badan jalan, akibatnya pengguna jalan yang merasa dirugikan.

“Banyak yang sudah mengeluh terhadap amburadulnya proyek yang dikerjakan tersebut, mengakibatkan jalan tidak bisa dimanfaatkan dengan nyaman oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-PR) Kota Lubuklinggau, saat mau ditemui tidak ada di kantor, menurut pegawai di sana berapa hari ini pimpinan mereka sedang sibuk. (CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita