oleh

Protes Rencana Jual Beli Tanah Hibah

Panti Asuhan Al Amin

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – Pengurus Panti Asuhan Al Amin Lubuklinggau, Minarni diprotes pengurus yayasan. Diduga Minarni berniat menjual tanah yang di atasnya berdiri bangunan eks Panti Asuhan Al Amin. Tepatnya di Jalan Kutilang, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Sumber Linggau Pos berinisial Ab membenarkan rencana Minarni tersebut.

“Tanah yang sekarang tidak dipakai, untuk Panti Asuhan Al Amin itu memang akan dijual Minarni. Mereka sekarang pindah ke Margamulya di tempat yang baru. Tapi lahan itu akan dijual ke orang lain,” jelas sumber minta namanya tak dikorankan, Selasa (6/2).

Bagaimana sejarahnya hingga lahan itu dimiliki Minarni? Ia menjabarkan.

“Semula lahan yang dijadikan Panti Asuhan Al Amin itu, tanahnya merupakan hibah dari Ujang M Amin, warga Majapahit. Penghibahan tanah dilakukan pada 1998 lalu. Kemudian pada tahun 2005 terjadi pengoperan hak dari Ujang M Amin kepada Minarni Selaku Ketua Panti Asuhan Al Amin. Nah, masalah muncul pada tahun 2013 tanah itu sudah sertifikat atas nama Minarni melalui Prona, padahal itu tanah hibah dijadikan hak pribadi,” ungkap sumber yang tinggal di Majapahit ini.

Sampai tahun 2017 lalu, tanah itu akan dijual oleh Minarni, dan ini sangat disesalkan sekali. Kok dengan mudahnya, kata sumber, tanah hibah akan diperjualbelikan.

“Tanah itu akan dijual dan ini menjadi pertanyaan bagi kami yang tahu asal-usul tanah tersebut,” imbuhnya heran.

Dari penelusuran yang dilakukan Linggau Pos, Yayasan Al-Amin merupakan salah satu Yayasan yang bergerak dibidang sosial.

Lokasi ini menjadi tempat menampung anak-anak yang membutuhkan uluran tangan kita, seperti yatim, piatu, yatim piatu, hingga miskin. Saat ini, yayasan yang berdiri pada tahun 2004-2005 ini berpenghuni 87 orang, dan semuanya sekolah, mulai dari tingkat SD/Sederajat, SMP/Sederajat hingga SMA/Sederajat.

“Sebelumnya, hanya SD yang ada di sini. Untuk SMP dan SMA mereka (anak-anak penghuni panti, red) sekolah di luar, ada di Mazroillah, Azhariyah, Hubbul Aitam, Bakti Ibu (BI) hingga Bakti Keluarga (BK),” jelas Bendahara Yayasan Al-Amin, Nurani, Rabu (7/2).

Namun, dilanjutkan Nurani, khusus untuk tahun 2017-2018, anak-anak penghuni yayasan yang masuk SMP dan SMA, tidak lagi di luar. Pasalnya, yayasan diketuai oleh Minarni ini telah mendirikan MTS dan Madrasah Aliyah.

“Alhamdulillah, di 2017-2018 kita sudah mendirikan MTS dan MA. Jadi, anak-anak tidak perlu jauh-jauh lagi sekolah,” ungkapnya.

Mengenai aset yang ada di Jalan Kutilang, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Dilanjutkan adik Minarni ini, ia belum mengetahui hal itu sebab kebijakannya ada di Minarni, dan saat ini ia sedang berada di luar kota.

“Mengenai itu kita belum tahu pak, apakah mau dijual atau tidak. Nanti, tanyakan langsung ke yang bersangkutan dalam satu dua hari ini mungkin ia pulang,” ungkapnya.

Namun, dilanjutkannya, memang aset yang berada di lokasi itu sudah tidak dimanfaatkan lagi, karena sudah dipindah ke tempat sekarang, di Kelurahan Margamulya.

Sementara itu anggota Komisi I DPRD Kota Lubuklinggau, Zulkarnain saat dimintai tanggapan mengaku belum bisa memberikan komentar banyak. Lantaran, belum mengikuti begitu jauh mengenai informasi tersebut.

“Hanya saja kalaupun benar, seharusnya dikomunikasikan saja antara kedua belah pihak. Jangan langsung memutuskan, sehingga menimbulkan masalah kedepannya,” ungkap Zulkarnain, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos), AH Ritonga melalui stafnya Kartini hanya menjelaskan kalau hingga saat ini ada delapan panti asuhan yang memiliki izin di Dinsos.

“Termasuk Al-Amin, Khodijah, Masturoh dengan jumlah yang memiliki izin delapan. Sebelumnya hanya tujuh, namun baru-baru ini bertambah satu. Selebihnya, kami belum bisa berkomentar,” ungkapnya. (01/09/11)

Komentar

Rekomendasi Berita