oleh

Prostitusi Berkedok Kedai Kopi

LINGGAU POS ONLINE, LUBUK KUPANG – Sebuah kedai kopi sekaligus panti pijat diduga menjalankan ‘bisnis haram’. Yakni membuka peluang untuk layanan lelaki hidung belang.

Oleh sebab itu, untuk memastikan informasi yang beredar ini, Tim Investigasi Linggau Pos, Sabtu (6/1) sengaja menyambangi kedai kopi di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I tersebut.

Sekilas, dari spanduk yang dipasang di depan kedai, usaha ini bergerak dibidang jasa pijat tradisional. Ada juga piranti meracik kopi layaknya kedai. Untuk menikmati jasa pijat, pelanggan minimal bermodal Rp 100.000 per jam. Nominal ini masih tergolong wajar. Namun yang mengherankan, ternyata kedai ini juga memberlakukan tarif tambahan.

Investigasi kemarin, ketika masuk ke warung tersebut, pengunjung akan langsung ditawari minuman, seperti kopi, teh, bandrek, dan mi goreng, sebagai pemanisnya. Terdapat tiga wanita yang standby di warung tersebut yang siap melayani tamunya.

“Kalau pelanggan mau pijat, kami ada tiga karyawan, bernama Ayu, Dona, dan Maria, yang di pijat seluruh badan. Dan mempunyai empat kamar untuk para tamu. Kami ini buka mulai pukul 08.00 -24.00 WIB,” ucap seorang pengelola berinisial AG (40).

Diduga kedai kopi ini juga menyediakan pelayan wanita khusus pijat plus- plus.

AG mengungkapkan untuk mendapatkan layanan pijat plus-plus, pelanggan harus menambah tarif Rp 250.000 per jam.

“Kalau kita mau tambah tarif maka pelayanan semakin mantap. Sehingga semua yang kita mau terlayani,” ucapnya.

Untuk para karyawannya, AG sengaja tidak mengambil dari Kota Lubuklinggau. Namun, dari luar kota, seperti Musi Rawas, Muratara, dan Curup.

Seorang karyawan Ayu (23) menjelaskan, selain melayani tamu di tempat yang telah disediakannya, dirinya mengaku dapat dibawa keluar oleh pelanggannya, asalkan bayaran dan tipsnya cocok.

“Kalau mau pijat saja boleh, kalau mau lebih juga bisa. Saya mau di bawa keluar juga boleh, asal harganya cocok, biasanya kalau diajak keluar itu berkisar Rp 500 ribu, semalam,” ucapnya menggoda.

Menerima informasi ini, Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar mengatakan, pihaknya sudah menyampaikannya kepada Reskrim.

“Nanti akan kami tindak lanjuti tentang informasi itu,” tegasnya. (20)

Komentar

Rekomendasi Berita