oleh

Program Rehab Rumah Dibantu Upah

CURUP – Program rehab Rumah Tidak Layak Huni 2019 berbeda dengan program tahun 2018 lalu. Sebelumnya, tidak ada tambahan untuk biaya upah meskipun tidak banyak, 2019 akan ada upah perehaban.

Kabid Perumahan dan Kawasan Pemukiman pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rejang Lebong, Wilujeng Sri Wahyuni menjelaskan 2018 penerima manfaat mendapatkan dana Rp15 juta untuk rusak berat, Rp10 juta untuk rehab sedang dan Rp7,5 juta untuk rehab ringan hanya untuk membeli material bangunan saja. Sementara untuk upah pengerjaan rehab ditanggung penerima bantuan.

Berbeda dengan tahun 2019 ini, bantuan rehab rumah dengan nilai bantuan yang sama sesuai dengan tingkatan rehab namun ditambah dengan bantuan untuk upah pengerjaannya meskipun dinilai masih sangat kecil.

“Untuk 2019 ini sama nilainya, rehab berat Rp15 juta, rehab sedang Rp10 juta dan rehab ringan Rp7,5 juta, tapi ditambah dengan upah pengerjaannya, untuk rehab berat ditambah upah sebanyak Rp2,5 juta dan untuk rehab sedang dan ringan bawah Rp2,5 juta,” papar Wilujeng.

Wilujeng juga menjelaskan, untuk batuan program rehab rumah tidak layak huni juga, sebelum mendapatkan bantuan terlebih dahulu di survei oleh tim apakah penerima berhak atau layak menerima bantuan rehab.

“Penerima bantuan rehab rumah tidak layak huni inikan bukan harus warga miskin, namun sasarannya masyarakat yang berpenghasilan rendah,” katanya.

Misal, mereka hanya bisa memenuhi kebutuhan kehidupannya sehari-hari namun tidak bisa menabung. Kemudian, tambahnya, rumah yang menjadi sasaran program ini harus jelas status kepemilikannya. Seperti status hak milik tanah apakah milik sendiri atau bukan, apakah sudah bersertifikat atau belum apa tanah warisan apakah hibah.

Diberitakan sebelumnya, dalam program rehab rumah tidak layak huni tahun 2019 ini menyasar 327 rumah tersebar di tiga kecamatan diantaranya Kecamatan Curup Selatan sebanyak 26 rumah, Curup Timur sebanyak 45 rumah dan Kecamatan Sindang Dataran sebanyak 157 rumah.

Dalam program tahun ini, tambah Wilujeng selain dibiayai dari dana DAK juga didanai oleh dana APBD.

“Untuk 2019 dari DAK sekitar Rp2,9 miliar dan APBD Rp2,7 miliar,” tutupnya. (sam)

Rekomendasi Berita