oleh

Program PTSL Tahun Terakhir

LUBUKLINGGAU – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau sebelumnya Prona tampaknya berakhir pada 2019, kemungkinan untuk tahun berikutnya tidak ada lagi. Pasalnya, saat ini tersisa 12.000 bidang tanah yang belum dipetakan, dan ditargetkan akhir 2019 rampung.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Lubuklinggau, Agustin Samosir kepada wartawan Selasa (15/1) mengatakan fisik dalam program PTSL 2019 ada 15.000 bidang pengukuran pemetaan, dan target yuridis 12.000 sertifikat. Program PTSL 2019 sudah dimulai dengan penyuluhan di setiap kelurahan sejak minggu pertama Januari 2019, selanjutnya pengukuran pemetaan dan pengumpulan data yuridis.

Data yuridis dimaksud seperti, identitas, batas, surat-surat tanah, dan syarat lainnya. Pengumpulan data ini dapat juga melalui Lurah/RT yang ditugaskan atau telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Kepala BPN Kota Lubuklinggau untuk membantu kegiatan ini.

Selanjutnya, setelah diputuskan panitia atau tim hasil verifikasi tersebut, sertifikat akan diterbitkan dan diserahkan jika warga bersangkutan menyelesaikan syarat administrasi lainnya yaitu lunas Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), maupun Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Agustin Samosir menegaskan dipastikan 2020 tidak ada lagi program PTSL. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat bergegaslah mendaftar. BPN Kota Lubuklinggau menargetkan pengumpulan data selesai pada semester I 2019.

“PTSL hanya melayani pendaftaran tanah pertama kali bukan peralihan hak, balik nama, hak tanggungan. Layanan lainnya ini dapat dilakukan di loket Kantor Pertanahan di Jl. Sultan Mahmud Badaruddin II No.1, Kelurahan Air Kuti atau di mobil pelayanan keliling Larasita,” pesan Agustin Samosir.

Menurut Agustin Samosir, sebaiknya masyarakat mengurus langsung pembuatan sertifikat tanah tanpa melalui kuasa atau perantara. Pasalnya urus langsung akan lebih terjamin kepastian waktu, biaya dan prosedurnya sesuai ketentuan.

Guna mempermudah pelayanan sesuai tata cara Standar Operasional Pelayanan (SOP) dilantik pengambilan sumpah Tim Pelaksana Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematik 2019.

Dilantik tiga tim dengan wilayah pelayanan 8 kecamatan dan fokus atau prioritas di Kecamatan Lubuklinggau Utara dan Selatan.

“Bagi masyarakat yang sudah pernah tanahnya diukur dan dipetakan sebelumnya melalui PTSL, tinggal membawa surat-surat tanah, data kepemilikan dan batas, dan mengisi formulir permohonan hak untuk diverifikasi oleh tim,” ungkap Agustin Samosir.(nia)

Rekomendasi Berita