oleh

Program PTSL Hanya Dapat 12.000 Persil

LUBUKLINGGAU – Program Pendaftaran Tanah Secara Sistematis Lengkap (PTSL) atau sebelumnya dikenal Prona kembali dilanjutkan 2019 mendatang. Namun kuota yang diperoleh Kantor Pertanahan Nasional Kota Lubuklinggau hanya 12.000 persil, berkurang 40 persen dari kuota 2018 lalu atau 20 ribu persil.

Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kota Lubuklinggau, Agustin Samosir kepada wartawan, Kamis (27/12) mengatakan kuota ditentukan Kementerian Pertanahan dan Agraria RI, dengan pertimbangan alokasi target se-Sumatera Selatan (Sumsel), bahkan se-Indonesia.

“Prediksi atau pengajuan kami sebelumnya 20 ribu persil, tapi disetujui hanya 12 ribu persil saja,” kata Agustin Samosir.

Ditambahkan Agustin Samosir, 2019 mendatang program PTSL fokus di Lubuklinggau bagian Utara dan Selatan. Kedua wilayah tersebut dinilai masih banyak tanah yang belum bersertifikat.

“Sebagian pemiliknya justru tidak berada di Kota Lubuklinggau, makanya masih banyak tanah yang belum bersertifikat,” ungkap Agustin Samosir.

2018 Kantor Pertanahan Nasional Kota Lubuklinggau mendapat kuota 20 ribu persil, semua tahapan sudah dilakukan termasuk pengukuran. Sedangkan sertifikat yang telah dibagikan baru 1.700 sertifikat, mengingat untuk mendapatkan sertifikat warga wajib melengkapi alas hak atau surat-surat tanah, dan lunas Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Kalau pengukuran sudah selesai 100 persen, kalau mau sertifikatnya bayar terlebih dahulu kewajibannya,” pesan Agustin Samosir.(nia)

Rekomendasi Berita