oleh

Program Kota Layak Anak Harus Didukung Semua Pihak

LINGGAUPOS.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) mengadakan pelatihan Konveksi Hak Anak (KHA) tingkat Kota Lubuklinggau 2020 bertema “Kita Upayakan Pemenuhan Hak Anak Demi Terwujudnya Kota Lubuklinggau Sebagai Kota Layak Anak”.

Kegiatan tersebut bertempat di Ballroom Hotel Burza Lubuklinggau Senin (10/2/2020), dengan dihadiri Wali Kota Lubuklinggau yang diwakili Asisten I H Dian Candera, Kepala DP3APM H Heri Zulianta.

Bertindak sebagai narasumber dari Yayasan BAHTERA (Bina Sejahtera Indonesia) Bandung, selaku mitra Kementrian dalam verifikasi KLA, Hadi Utomo dan dan Yusuf Al Farisi.

Dengan peserta terdiri dari TP PKK Lubuklinggau, Satgas Dinas, Badan, Bagian, Puskesmas ramah anak, Sekolah ramah anak, Petugas ZOSS, Pengelola PAUD, Pengelola BKB, Pengelola PIK, Fasilitator PATBM, Pengelola rumah singgah, Pengelola klinik rehabilitasi As-Syifa, UPTD PPA Polres Lubuklinggau.

Kepala DP3APM sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Pelatihan KHA, H Heri Zulianta mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kompetensi peserta sehingga memiliki kemampuan untuk terlibat aktif dalam pemenuhan hak anak sehingga dapat mewujudkan Lubuklinggau sebagai Kota Layak Anak (KLA).

“Satgas itu mengerti dan paham dengan hak anak dibidang masing-masing sesuai kluster pada KLA,” kata Heri.

Adapun kluster tersebut, dirinya menyampaikan dibagi menjadi lima yang mencakup hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya, serta perlindungan khusus.

“Seluruh satgas terlibat dan bertanggung jawab atas pemenuhan hak anak, selain itu harus paham dengan apa saja yang harus disiapkan dalam KLA,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Kota Lubuklinggau, H Dian Candera mengatakan, dalam rangka pemenuhan hak anak dimulai dari rumah masing-masing. “Sederhananya jangan membawa permasalahan di luar ke rumah,”kata Dian.

Dirinya mengungkapkan peran seluruh pemangku pemerintah harus bahu membahu mewujudkan KLA dengan diakui masyarakat. “Program KLA harus didukung semua pihak dan mendapatkan pengakuan dari masyarakat,” tuturnya.(*)

Rekomendasi Berita