oleh

Produksi Tergantung Pengeringan

Hujan tidak kunjung berhenti pada beberapa bulan terakhir membuat para pengrajin batu bata mengalami penurunan produksi. Apa pasalnya?

Laporan Suwito, Tugumulyo

Rinto salah seorang Pengrajin masih mengandalkan Matahari langsung untuk pengeringan batu bata.

“Biasanya kalau cuaca panas tidak sampai dua minggu batu bata yang sudah di cetak sudah siap untuk dibakar, Namun kebalikannya sekarang hujan yang terus menerus membuat kami khawatir merugi karena tidak dapat produksi maksimal,” kata Rinto saat diwawancarai Linggau Pos di rumahnya Desa A Widodo Minggu (3/12).

Menurut Rinto, batu bata yang kurang kering dan dilakukan pembakaran maka hasilnya tidak bagus dan mudah rusak.

“Kalau tidak kering saat mau pembakaran nantinya hasil pembuatan bata kita akan jelek, bila terjadi seperti itu konsumen kita malah mengeluh dan tidak akan memesan di kita lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan harga bata dalam satuan beberapa bulan ini melonjak menurun kalau terus mengalami hujan yang tidak kunjung berhenti kita semakin terkendala.

“Dari sebelumnya Rp 350 menjadi Rp 300. kalau terus seperti ini kita bisa gulung tikar,” tutupnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita