oleh

Produksi Gula Aren Berkurang

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Produksi gula Aren bersumber dari tanaman Aren di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang mengalami penurunan produksi. Akibatnya harga gula aren alami kenaikan cukup signifikan.

“Kalau harganya hari ini (kemarin, red) ditingkat petani sudah mencapai Rp 16.000 per Kg,” kata Suradi (31) petani Gula Aren, Rabu (25/4).

Menurutnya produksi gula aren disebabkan karena pengaruh cuaca.

“Dua hari panas setelah itu turun hujan memengaruhi kadar air di tanaman aren, sehingga banyak batang aren yang produksinya menurun,” jelas Suradi.

Selain produksi menurun, menurut Suradi, kenaikan harga gula aren dimungkinkan karena saat ini sudah mendekati bulan Ramadhan.

“Mungkin juga naiknya karena mau puasa, tapi yang jelas produksi gula aren memang menurun,” katanya.

Dari 12 batang tanaman aren yang Ia sadap setiap harinya, biasanya menghasilkan 15 Kg gula aren yang sudah siap jual setelah diolah terlebih dahulu.

“Biasanya dapat 15 kilogram sehari, sekarang hanya 7 Kg dari 15 batang gula aren milik saya,” akunya.

Bahkan, ada beberapa batang aren yang tidak disadap karena memang tidak mengeluarkan air.

“Ada sekitar dua batang yang tidak disadap karena tidak mengeluarkan air, nanti menunggu cuaca normal baru disadap lagi,” tambahnya.

Senada disampaikan Masdi (46), petani gula aren lainnya. Menurut dia, kenaikan harga gula Aren berangsur naik sekitar 3 minggu lalu.

“Biasanya harganya Rp 9.000 hingga Rp 12.000 sekarang berangsur naik mencapai Rp 16.000 per Kg,” jelasnya.

Kemungkinan, kenaikan harga gula Aren ini akan terus naik hingga bulan Ramadhan.

“Biasanya puncak kenaikan harga gula aren saat Ramadhan. Karena banyak masyarakat menggunakan bahan gula Aren untuk membuat makanan jelang lebaran,” tambahnya. (09)

Rekomendasi Berita