oleh

Produk Pangan Pelaku Usaha Harus Memenuhi Standar

“Kami melakukan pembinaan dan mengawasi pelaksanaan penerapan norma, standar, prosedur dan kriteria keamanan pangan oleh para pelaku usaha”

Kepala DKP Mura, Ir Hayatun Nifrida.

LINGGAU POS ONLINE- Produk pangan yang dihasilkan para pelaku usaha, harus memenuhi standar kesehatan, standar pengemasan yang higienis dan standar keagamaan. Serta pelabelan yang lengkap, kemudian Sertifikat Produksi Pangan-Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dan label halal. Sehingga tidak ada keraguan lagi terhadap produk yang akan dipasarkan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Ir Hayatun Nifrida dalam sosialisasi keamanan pangan, di ruang rapat DKP Kabupaten Mura, Kamis (21/11).

Menurutnya, keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan pencemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Maka perlu adanya kebijakan penanganan keamanan pangan, yang mengarah untuk menjamin tersedianya pangan segar yang aman untuk dikonsumsi agar masyarakat.

“Pangan yang terhindar dari bahaya, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat. Sehingga aman untuk dikonsumsi, untuk mendukung terjaminnya pertumbuhan perkembangan kesehatan dan kecerdasan manusia,” ujarnya.

Memang, keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh manusia. Jaminan akan keamanan pangan selalu menjadi pertimbangan pokok dalam perdagangan, baik perdagangan nasional maupun perdagangan internasional. Namun, sayangnya sampai saat ini masih ada masyarakat yang belum menyadari pentingnya keamanan pangan, baik itu pangan segar maupun pangan olahan karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman, baik dalam pengolahan dan pengawetan makanan yang layak untuk dikonsumsi.

“Menjamin terwujudnya keamanan pangan, kami melakukan pembinaan dan mengawasi pelaksanaan penerapan norma, standar, prosedur dan kriteria keamanan pangan oleh para pelaku usaha. Termasuk, mengendalikan risiko bahaya pada pangan, baik yang berasal dari bahan, peralatan, sarana produksi maupun dari perseorangan,” jelasnya.

Hal ini penting mengingat keamanan pangan menjadi salah satu isu sentral dalam perdagangan produk pangan. Penyediaan pangan yang cukup disertai dengan terjaminnya keamanan, mutu dan gizi pangan untuk dikonsumsi merupakan hal yang tidak bisa ditawar dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

“Kami akan terus melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha, agar produksinya layak jual dan layak konsumsi, serta pembuatannya tidak bertentangan dengan norma agama,” katanya.

Sementara itu Kasi Pengawasan dan Keamanan Pangan DKP Kabupaten Mura, Fitri Angraeni menjelaskan ketika produk usaha yang dihasilkan pelaku usaha sudah memenuhi standar kesehatan, standar pengemasan yang higienis dan standar keagamaan. Pihaknya, dapat membantu para pelaku usaha tadi, untuk memasarkan produk usaha mereka.

“Kalau sudah layak, kita bisa ikut memasarkannya, bisa kerja sama dengan bandara atau lokasi lainnya. Karena, masyarakat sudah percaya,” jelasnya.

Diketahui, acara sosialisasi yang dilakukan DKP Mura ini melibatkan usaha kecil menengah yang ada di wilayah Mura, seperti Kelompok Wanita Tani Mekar Sari, Kelompok Wanita Tani Mekar Jaya, Kelompok Wanita Tani Melati, Kelompok Wanita Tani Bunda dan Kelompok Tani Arena Karya yang merupakan salah satu kelompok usaha tahun.

Laporan Aan Sangkutiar

Rekomendasi Berita