oleh

Prihatin Kriminalitas Marak

LINGGAU POS ONLINE, TEBING TINGGI – Tindak kejahatan di Kabupaten Empat Lawang dalam sebulan terakhir sangat mengkhawatirkan. Seperti kasus begal penjual rempah-rempah keliling hingga tangannya putus disabet senjata tajam, lalu sopir mobil Travel diduga dianiaya kawanan bandit.

Keadaan ini tentu membuat warga cemas. Khawatir terjadi hal tak diinginkan sama seperti dialami para korban. Kondisi rasa taka man ini ternyata menjadi perhatian dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Empat Lawang, H Saidi HZ.

Mantan Kepala Kemenag Kabupaten Lahat ini mengaku prihatin. Hingga memberikan saran serta masukan pada pihak terkait, agar masyarakat menjadi lebih aman. Dan tidak was-was.

“Begini, setelah saya amati ternyata untuk mengatasi persoalan keamanan yang mengkhawatirkan di sini bukan hanya peran polisi saja untuk menjaganya, tapi peran serta masyarakat mesti dilakukan juga, jadi ada sinergi antara aparat keamanan dengan warga mengatasi masalah ini,” ungkap Saidi dihubungi Koran ini, kemarin (19/11). Mengapa dia berkata demikian, Saidi mengupasnya.

“Sekarang di Empat Lawang jumlah anggota Polisi di Mapolres serta Mapolsek itu terbatas. Saya harapkan pihak berwenang dapat mengajukan usulan kepada pemerintah pusat maupun Mapolda untuk penambahan personel, karena memang kenyataan anggota kurang. Hal ini mesti cepat dipenuhi, agar Empat Lawang menjadi aman,” saran Saidi.

Ia meneruskan jadi, sekarang dengan kondisi darurat keamanan di Empat Lawang, ada baiknya juga Polisi melakukan patroli setiap hari ke daerah yang rawan tindak kejahatan. Dengan patroli ini mudah-mudahan, kata dia, mengurangi kejahatan di masyarakat.

“Jujur saya sedih melihat keadaan di Tebing Tinggi sekarang khususnya, dan ini memang permasalahan kita bersama. Harus diselesaikan bersama-sama agar tindak kejahatan berkurang,” imbaunya.

Ia meneruskan jika dilihat dari segi agama, tentu perbuatan seseorang itu dapat dilihat dari keimanannya kepada-Nya. Apabila imannya kuat, tentu akan takut melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, dan tidak akan melanggarnya.

“Ada yang menahan dirinya untuk berbuat jahat pada sesama manusia,” tegasnya.

Oleh karenanya, berkait dengan program Kemenag, Saidi menyebutkan pihaknya telah memiliki program jangka panjang dan pendek ditujukan kepada umat.

“Program ini disampaikan ke masyarakat, agar menjadi benteng kita dalam menjalani hidup ini. Tidak bertentangan dengan agama dan budaya. Saya juga menghimbau lagi pada tokoh agama, mubalig agar senantiasa hidupkan majelis taklim, dan himbaukan juga ke masyarakat khususnya umat muslim, agar jalankan syariat agama dengan baik,” ajaknya. (01)

Komentar

Rekomendasi Berita