oleh

PPK Lubuklinggau Barat II Bimtek KPPS

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Guna menyukseskan Pilkada serentak 2018, PPK Lubuklinggau Barat II secara bertahap memberikan Bimbingan Teknik (Bimtek) ke jajarannya, setelah PPS giliran KPPS yang mengikuti Bimtek pemungutan dan penghitungan suara Jumat (22/6).

Dalam pelaksanaan Bimtek yang dilakukan di ruang pertemuan kantor Kecamatan Lubuklinggau Barat II tersebut. PPK Lubuklinggau Barat II menekankan agar KPPS tidak melakukan kesalahan sedikitpun, terutama mengenai penulisan hasil perolehan suara masing-masing Pasangan Calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau.

Adapun Paslon peserta Pilkada Lubuklinggau, nomor urut 1 H Toyeb Rakembang-Sofian, nomor urut 2 H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar dan nomor urut 3 H Rustam Efendi-Riezky Aprilia.

Ketua PPK Lubuklinggau Barat II, Evrie Antonius mengatakan tujuan dilakukannya Bimtek persiapan untuk menghadapi hari pencoblosan yang akan dilakukan Rabu 27 Juni 2018. Sebab, proses pemungutan dan penghitungan suara bisa berjalan dengan baik, bila penyelenggara ditingkat bawah tidak melakukan kekeliruan atau kesalahan. Jadi, ketika ada kekeliruan harus cepat-cepat dilakukan pembetulan ditingkat TPS, KPPS berkoordinasi dengan pengawas TPS beserta saksi dari masing-masing Paslon Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau. Setelah dilakukan pembetulan baru hasilnya dibawa ke PPS yang akan diteruskan ke PPS.

“KPPS harus bekerja sesuai dengan petunjuk, yakni Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara,” kata Evrie Antonius.

Menurut Evrie Antonius, bila menemukan kendala di lapangan atau ada sesuatu yang tidak dipahami, segera berkoordinasi dengan anggota PPS. Sebab, walaupun tidak melakukan rekapitulasi penghitungan suara, anggota PPS sudah mengikuti Bimtek tata cara pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS.

Kemudian, dalam melaksanakan proses pemungutan suara, KPPS harus mengacu pada Surat Edaran (SE) KPU RI Nomor 574/PL.03.6-SD/06/KPU/VI/2018 tanggal 8 Juni 2018, perihal penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara. Dalam SE itu dijelaskan pemilih yang membawa formulir C6 KWK tidak perlu lagi menunjukkan KTP-El atau Surat Keterangan ke anggota KPPS ketika akan menggunakan hak pilihnya. Namun, bila dibutuhkan anggota KPPS wajib meminta pemilih untuk menunjukkan identitasnya, itu merupakan kewenangan dari anggota KPPS.

“Jadi, sukses dan tidaknya Pilkada serentak 2018 berada di pundak anggota KPPS,” jelasnya.

Maka Evrie Antonius mengimbau kepada seluruh anggota KPPS untuk bekerja dengan baik, sesuai dengan petunjuk yang sudah ditetapkan.

Untuk diketahui, pelaksanaan Bimtek anggota KPPS dilakukan dua hari, Jumat (22/6) dan Sabtu (23/6). Hari pertama diikuti anggota KPPS dari Kelurahan Ulak Lebar, Sidorejo dan Pasar Pemiri, besoknya diikuti anggota KPPS dari Kelurahan Tapak Lebar, Lubuklinggau Ulu, Lubuklinggau Ilir, Bandung Kanan dan Keputraan.

Bimtek ini, dihadiri Ketua PPK Lubuklinggau Barat II, Evrie Antonius, anggota PPK Lubuklinggau Barat II Tomi, Riko dan Bejo, serta Sekretaris PPK Lubuklinggau Barat II, Wahyu Lindra, termasuk Kasubsektor Lubuklinggau Barat II, Aiptu Umidi Marpensi. (01)

Rekomendasi Berita