oleh

PPK Lubuklinggau Barat I Bimtek Anggota KPPS

Divisi teknis PPK Lubuklinggau Barat I, Dwi Ogut menyampaikan materi mengenai Tungsura ke anggota KPPS, termasuk simulasi pengisian formulir Tungsura di TPS, Kamis (21/6).

Bekali Ilmu Tungsura

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Kemarin (Kamis, 21/6) Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Lubuklinggau Barat I memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) pemungutan dan penghitungan suara, serta rekapitulasi hasil Penghitungan Suara (Tungsura). Bimtek tersebut diikuti seluruh anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) se-Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Karena banyaknya jumlah anggota KPPS, maka Bimtek Tungsura dilakukan selama dua hari dan dibagi dalam empat kelompok. Hari pertama, Kamis (21/6) pukul 08.00 WIB-11.00 WIB anggota KPPS yang mengikuti Bimtek Tungsura berasal dari Kelurahan Pelita Jaya, Kayu Ara dan Lubuk Aman. Dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB-16.30 WIB, giliran anggota KPPS dari Kelurahan Lubuk Tanjung, Sukajadi dan Bandung Ujung.

Kemudian, Jumat (22/6) mulai pukul 08.00 WIB-11.00 WIB, giliran anggota KPPS dari Kelurahan Tanjung Aman, Muara Enim dan Watas, dilanjutkan setelah Salat Jumat, pukul 13.00 WIB-16.30 WIB anggota KPPS dari Kelurahan Lubuk Durian dan Tanjung Indah.

Ketua PPK Lubuklinggau Barat I, Basuki menjelaskan tujuan dilakukannya Bimtek Tungsura untuk memberikan pengetahuan ke anggota KPPS mengenai mekanisme pemungutan dan penghitungan suara yang akan dilakukan pada Rabu 27 Juni 2018. Sebab, pihaknya tidak menginginkan ada kesalahan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, terutama mengenai rekapitulasi perolehan suara dari masing-masing pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau.

Menurut Basuki, selain itu juga diberikan materi kegiatan sebelum hari Tungsura, mengenai tugas dan fungsi anggota KPPS, logistik Pilkada, simulasi pengisian formulir yang digunakan pada hari pemungutan suara, studi kasus Tungsura, serta pengenalan mengenai aplikasi sistem informasi Penghitungan Surat Suara (Situng).

Dalam kegiatan ini para peserta juga mengikuti pra test, hal itu dilakukan untuk menggali pengetahuan para anggota KPPS dalam proses Tungsura.

“Kita sudah bekali anggota KPPS mengenai metode Tungsura, termasuk pra test pelaksanaan Tungsura,” kata Basuki.

Berdasarkan pra test tersebut ada beberapa anggota KPPS yang mengalami kekeliruan dalam proses Tungsura, tapi setelah diberikan pemahaman dan penjelasan yang mendetail kekeliruan tersebut ditemukan, dan berhasil dipecahkan secara bersama.

Maka, Basuki meyakini kesalahan yang sama tidak akan terulang lagi, karena sudah diberikan penjelasan yang mendetail mengenai proses Tungsura, termasuk tata cara pengisian formulir hasil rekapitulasi penghitungan suara.

Ditambahkan Divisi Teknis PPK Lubuklinggau Barat I, Dwi Ogut dalam proses rekapitulasi penghitungan suara, anggota KPPS harus terlebih dahulu menghitung perolehan suara Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel). Setelah itu, baru dilanjutkan ke perolehan suara Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau.

“Ingat, proses rekapitulasi penghitungan suara dimulai dari Pilgub dulu, setelah itu baru Pilwako,” kata Dwi Ogut.

Menurut Dwi Ogut, kalau ada anggota KPPS yang melakukan rekapitulasi terbalik dinyatakan sebagai pelanggaran, dan bisa kena sanksi administratif dari PPK Lubuklinggau Barat I maupun KPU.

“Hindari kesalahan, demi suksesnya Pilkada serentak 2018,” jelas Dwi Ogut.

Untuk diketahui, Bimtek tersebut dihadiri seluruh anggota PPK Lubuklinggau Barat I, Basuki, Aidil Fikri, Dwi Ogut, Dora dan Hendri, termasuk Sekretariat PPK Lubuklinggau Barat I, Ongki Pranata.(01)

Rekomendasi Berita