oleh

PPDB SMAN Sistem Online

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Saat ini, sejumlah SMA negeri sudah membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2018/2019. Beberapa sekolah akan mencoba PPDB sistem online.

“Iya, meskipun dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) belum memberikan Petunjuk Teknis (Juknis), namun untuk PPDB jalur reguler SMAN 1 akan menerapkan sistem online,” jelas Kepala SMAN 1 Lubuklinggau, Zulkarnain didampingi Waka Kesiswaan, Suparno, Kamis (26/4).

Namun untuk tes akademiknya, kata Zulkarnain tetap manual. SMAN 1 Lubuklinggau memilih PPDB sistem online, untuk memudahkan akses calon siswa dalam melakukan proses pendaftaran.

“Sat ini kami sudah melakukan penjaringan PPDB Tahun 2018/2019 khususnya jalur prestasi. Tahun ini kami menyiapkan 8 Rombongan Belajar (Rombel) untuk siswa-siswi baru. 10 %-nya dari jalur prestasi. jalur prestasi. 30 April 2018 ini akan kami umumkan siswa-siswi yang diterima jalur prestasi. Pengumuman langsung kami sampaikan ke sekolah, melalui surat. Sekaligus mempersilakan segera daftar ulang,” ungkapnya.

Untuk iuran, Suparno menjelaskan kemungkinan besar tetap Rp 100.000 per bulan.

“Kalau naik lebih dari Rp 100.000 kemungkinan kecil. Kalau turun juga pastinya harus dirapatkan lagi dengan komite sekolah,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Kepala SMAN 2 Lubuklinggau, Yulianti.

“Iya untuk PPDB jalur reguler SMAN 2 Lubuklinggau akan mencoba dengan sistem online. Kami juga membuka dua jalur PPDB tahun ini. Kalau jalur prestasi, harapan kami bisa dapat dua Rombel atau sekitar 72 anak. Hanya saja memang yang daftar ada dua Rombel. Namun, yang diterima belum tentu. Karena verifikasinya cukup ketat dan diumumkan 30 April 2018 ini,” terang Yulianti.

Tahun ini, SMAN 2 Lubuklinggau menyiapkan 10 Rombel. Setiap kelas hanya akan diisi maksimal 36 siswa.

“Mengenai iuran, kalau tahun lalu masih Rp 75.000. Sekalipun tergolong kecil, kegiatan tetap banyak. Nah, untuk tahun 2018/2019 ini kami belum rapat lagi. Nanti akan dibahas bersama Komite Sekolah. Jadi apapun keputusan yang ditetapkan Komite Sekolah, itulah yang akan diterapkan,” jelas Yulianti.

PPDB sistem online juga akan diterapkan oleh SMAN 5 Lubuklinggau. Kepala SMAN 5 Lubuklinggau, H Jamaluddin menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan teknisnya.

“Akan ada tim khusus PPDB tahun 2018/2019 ini. Selain itu, kami juga membuka dua jalur, prestasi dan reguler. Kami berharap dengan PPDB sistem online, bisa memudahkan siswa dalam melakukan pendaftaran. Karena sekarang jamannya siswa pegang handphone ke mana-mana. Jadi ini inovasi SMAN 5 untuk memberikan kemudahan saja,” jelasnya.

***Sekolah Pertimbangkan Nominal Iuran

Selain tentang teknis, SMA dan SMK negeri di Kota Lubuklinggau juga sedang mengevaluasi jumlah iuran siswa per bulannya.

Kepala SMAN 4 Lubuklinggau, Erwin Susanto menyebut, iuran yang ada saat ini dinilai sudah pas, yakni Rp 66 ribu.

“Kalau nominalnya, lebih rendah dibandingkan yang lain. Namun, kalau mau menaikkan lagi jelas kami tidak tega. Karena dengan iuran ini saja, banyak yang kesulitan bayar. Karena ekonomi anak-anak di SMAN 4 Lubuklinggau mayoritas dari keluarga menengah ke bawah,” jelasnya.

Erwin membenarkan soal iuran ini masih akan dirapatkannya dengan Komite Sekolah. Menurutnya, saat ini SMAN 4 berusaha semaksimal mungkin akan mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Mengenai rombongan belajar, SMAN 4 Lubuklinggau menyiapkan 8 lokal untuk siswa baru.

Terpisah, Kepala SMAN 6 Lubuklinggau, Agustunizar mengungkapkan sekolah yang dipimpinnya itu masih akan melakukan rapat lanjutan membahas uang iuran komite.

“Kalau tahun 2017 Rp 68.000 per siswa per bulan. Untuk adakah kenaikan atau tidak, nanti dirapatkan dengan komite sekolah,” tambahnya.

Penerimaan peserta didik baru tahun ini sama, menggunakan rayon atau zona sesuai aturan dari Pemprov.

“Tapi biasanya, pertimbangan dengan jarak terdekat dengan SMA. Untuk SMAN 6 tahun 2017 saat PPDB ada 6 lokal, dengan siswa sebanyak 160. Target kita tahun ini 200 peserta didik, dengan 5-6 lokal juga. Perlokalnya, 32 peserta didik,” ungkap Agustunizar.

Untuk sistem, kemungkinan dilanjutkannya masih menggunakan sistem manual.

“Namun karena kita sudah melaksanakan UNBK, insya Allah kita juga siap dengan sistem online,” lanjutnya.

Kepala SMAN 7 Lubuklinggau, Yusrizal menyampaikan hal yang sama. Penerimaan peserta didik baru kali ini sama, menggunakan rayon atau zona sesuai aturan dari Pemprov.

“Itu juga yang menjadi faktor, SMAN 6 sampai SMAN 9 kurang siswa. Untuk SMAN 7 kita siapkan 7 lokal, dimana satu lokal 32 peserta didik. Target kita 200 siswa,” ungkapnya.

Untuk SPP saat ini, di SMAN 7 Lubuklinggau Rp 75 ribu per bulan.

“Kalau PPDB nanti terealisasi 200 peserta didik, SPP akan kita turuni menjadi Rp 60 ribu. Saat ini siswa kita untuk kelas X dan XI, sebanyak 160 peserta didik,” ungkapnya kembali.

Kepala SMAN 9 Lubuklinggau, Hj Nurlela menegaskan, pihaknya belum bisa banyak berkomentar mengenai sistem PPDP tahun ini. Karena Sabtu mendatang, MKKS baru akan mengadakan rapat.

“Untuk SMAN 9 sendiri menyiapkan 5 lokal. Sesuai Juknis, satu lokal untuk 36 siswa,” ungkapnya.

Saat ini jumlah siswa mereka untuk kelas X dan XI, lebih kurang 175 siswa.

“Dengan SPP saat ini, Rp 85 ribu per bulan,” lanjutnya. (13/02)

Rekomendasi Berita