oleh

Posbakumadin Lubuklinggau Beri Pelatihan Hukum

LUBUKLINGGAU – Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Lubuklinggau, membuat buat sejarah. Sebab, mereka memberikan pelatihan paralegal desa se-Kabupaten Musi Rawas (Mura). Pelatihan yang diberikan ini yang pertama baik tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), maupun nasional.

Pelatihan paralegal yang dilakukan tersebut melibatkan tokoh yang berkompeten dibidang hukum, salah satunya Hendri Agustian SH,MH yang saat ini sebagai Humas Pengadilan (PN) Lubuklinggau, sekaligus hakim.

Ketua Posbakumadin Lubuklinggau, Edwar Antoni  SH,MH mengatakan tujuan untuk memberi pendidikan hukum kepada masyarakat. Sebab, setiap produk hukum harus diketahui masyarakat, karena masih banyak masyarakat yang belum paham tentang hukum, terutama di wilayah pedesaan.

“Tugas paralegal untuk melawan pembohongan dan pembodohan hukum, yang bisa dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Termasuk, melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai aturan-aturan hukum yang harus dipatuhi,” kata Edwar Antoni, Kamis (20/12).

Menurutnya, paralegal yang sudah dilatih dapat berkontribusi untuk membantu kemajuan Desa. Salah satunya dapat memberikan pengarahan pembuatan surat-menyurat legal, melakukan mediasi dan memberikan pendampingan masyarakat yang mengalami permasalahan hukum, dengan menjelaskan secara terperinci.

“Kita yakin, bila paralegal bekerja secara maksimal, tindak kejahatan akan berkurang, bahkan bisa habis. Sebab, selama ini, banyak dari masyarakat yang belum tahu atau belum paham tentang ancaman hukuman penjara yang akan dihadapi, bila melakukan pelanggaran pidana,” jelasnya.

Maka dari itu, dirinya berharap agar seluruh paralegal yang sudah dapat pelatihan, secepatnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai aturan hukum yang berlaku, karena itu merupakan salah satu cara untuk berkontribusi dalam melakukan pembangunan bangsa dan negara.

Ditambahkan, Hendri Agustian yang jadi narasumber dalam pelatihan paralegal mengatakan peran dari paralegal sangat penting dalam memberikan pendidikan hukum kepada masyarakat.

“Peran paralegal memang sangat penting. Tapi, hendaknya paralegal yang sudah dapat pelatihan ini harus belajar lagi, dengan mendalami aturan hukum yang berlaku, agar masyarakat dapat pencerahan hukum,” katanya.

Sementara itu, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Mifta Joni melalui Rian Pratama berpesan kepada paralegal untuk menjawab marwah paralegal.

“Jaga marwah paralegal, karena paralegal merupakan ujung tombak pemerintah dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang hukum. Semoga bisa menerapkan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari, sehinga desa-desa jadi kondusif,” harapnya. (aku)

Rekomendasi Berita