oleh

Portal Perlintasan Kereta Api Dibongkar

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Pemortalan perlintasan rel kereta api yang ada di samping Makam Pahlawan, Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat oleh Resort III-22 Lahat PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Dinas Perhubungan Lahat tampaknya tidak mendapat dukungan warga dalam pemasangan portal di perlintasan tersebut.

Pasalnya, baru satu hari di pasang portal namun pada hari ini dicabut oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Hingga saat ini belum diketahui siapa yang telah mencabut portal di perlintasan rel kereta api.

Tujuan dalam pemasangan portal tersebut karena sejauh ini sering terjadinya kecelakaan para pengguna jalan rel kereta api yang berada di kompleks makam pahlawan dan kecelakaan tersebut menyebabkan nyawa melayang akibat sambaran kereta yang melintasi rel tersebut. Tapi tak bisa dipungkiri jalan rel kereta api sebagai perlintasan warga sekitar yang rumahnya berada tak jauh dari rel kereta dan pengguna jalan rel ini juga sebagai akses siswa siswi sekolah yang sebagaimana sekolah para siswa berada tak jauh dari lokasi perlintasan rel kereta api.

Kepala Resort III-22 Lahat, PT KAI, Baridin, mengungkapkan, tim PT KAI Lahat di gerakkan untuk mengecek portal yang telah dipasang namun setelah dicek pada nyatanya portal tersebut telah dicabut oleh orang yang tak bertanggung jawab.

“Kami menyesalkan atas pencabutan portal tersebut sebenarnya pemasangan portal di sini demo keamanan dan kenyamanan warga. Dan setelah kami mengetahui kejadian ini maka kami akan berkoordinasi dengan Poksuska untuk menindaklanjuti dalam hal ini,” ungkapnya, Jumat (9/2).

Sementara itu, salah satu warga sekitar yang enggan menyebutkan nama mengaku tidak tahu atas pencabutan portal tersebut. dan warga mengeluhkan pemortalan tersebut yang bisa menghambat akses jalan warga yang melewati di perlintasan rel kereta api. Karena akses jalan tersebut merupakan alternatif jalan jika ingin ke Pasar. Dalam pemasangan portal tak ada informasi dari pihak terkait untuk berkoordinasi dengan para warga.

“Kami warga di sini tidak tahu apa tujuan di portal dipasang karena tidak ada informasi apapun dari pihak-pihak terkait. Dan pencabutan portal kami pun tidak tahu siapa yang telah mencabut. Kami warga di sini berharap tidak akan ada lagi pemasangan portal meski memang kerap terjadi warga yang ditabrak kereta di sini tapi kebanyakan bukan warga sini untuk korban yang melintasi rel kereta api, ” terangnya. (02)

Rekomendasi Berita