oleh

Portal Jalan Diancam Kurungan 9 Tahun

Koreksi Ulang Hasil Tes Tertulis

AKBP Pambudi
“Saya tekankan jangan memaksakan kehendak, apalagi menggerakkan massa untuk mengganggu ketertiban umum…”

LINGGAU POS ONLINE, RUPIT – Selasa (14/11) sekira pukul 09.30 WIB, ratusan aparat kepolisian Resort Musi Rawas siaga di Kantor Sekretariatan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Untuk mengamankan proses koreksi ulang, hasil tes tertulis bakal calon Kades Karang Anyar Kecamatan Rupit, di op room lantai dua Pemkab Muratara.

Kehadiran Polres Musi Rawas yang dipimpin langsung oleh Kapolres Musi Rawas, AKBP Pambudi guna pengamanan atas kekisruhan yang terjadi pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karang Anyar, Kecamatan Rupit.

Sebagaimana yang terjadi sehari sebelumnya, (Senin, 13/11) massa pendukung Bakal calon Kades, Martono melakukan aksi demonstrasi dan pembakaran ban serta pemalangan kayu di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Desa Karang Anyar, sehingga menimbulkan kemacetan total dan menjadi sorotan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan pusat.

Aksi pemortalan tersebut lantaran Balon Kades, Martono pada saat tes tertulis untuk mencari lima besar tidak lulus, namun oleh Camat Rupit, Nafrizal, Martono lulus sehingga massa pendukung berpatokan dengan keputusan Camat Rupit tersebut.

Selanjutnya kurang lebih pukul 11.00 WIB proses pengoreksian ulang dilakukan dengan dihadiri langsung oleh Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, Kapolres Musi Rawas AKBP Pambudi, Wakil Bupati (Wabup) Muratara H Devi Suhartoni, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muratara H Abdullah Matcik dan Tim Panitia Kabupaten serta para Balon Kades, Panitia dan perwakilan masyarakat Karang Anyar.

Agar pengoreksian dapat dipertanggungjawabkan, Ketua dan anggota tim koreksi hasil tes tertulis di mana ditunjuk sebagai Ketua Tim yakni Wabup Muratara, H Devi Suhartoni dan anggotanya, Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Muratara, Effendi Aziz dan perwakilan Disdik Kabupaten Muratara, Rusdi diambil sumpahnya di atas Alquran.

Dalam sambutannya Bupati Muratara HM Syarif Hidayat mengatakan apapun hasil hari ini (kemarin,red), merupakan keputusan akhir dan harus ditaati. Tidak ada gugat menggugat lagi.

“Kita lakukan secara terbuka, transparan kita tidak ingin ado hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu para korektor bekerja di bawah sumpah,” sebutnya.

Syarif Hidayat menyayangkan adanya aksi pemortalan di Desa Karang Anyar, karena berdampak luas.

“Karena pemortalan kita ditelepon dari Palembang, Jakarta,” sebutnya.

Menurutnya, masyarakat harus ada rasa memiliki, sehingga wajib menjaga keamanan sehingga kondusif, apabila ada permasalahan sampaikan aspirasi ke Pemkab Muratara.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Pambudi menyampaikan dirinya menilai untuk pelaksanaan Pilkades tidak perlu harus hadir pasukan polisi seperti saat ini.

“Melalui proses koreksi saat ini, saya minta kepada bakal calon Kades, atas koreksi ulang, bakal calon Kades yang tidak lulus harus berlapang dada. Berbesar hati menerima hasil tes tertulis yang hasilnya akan disampaikan nanti. Keputusannya tolong dihormati, saya tekankan jangan memaksakan kehendak, apalagi menggerakkan massa untuk mengganggu ketertiban umum, seperti pemortalan. Coba pada saat pemortalan ada yang sakit dan harus segera ditangani tapi karena ada pemortalan terjadi hal yang berdampak lebih parah,” imbuhnya.

“Jadi jaga Kamtibmas tetap kondusif, tidak ada lagi pemortalan, malu Muratara terekspos seperti itu terus. Pemortalan jalan umum, apabila dilakukan seusai dengan pasal 192 KUHP apabila mengganggu ketertiban umum bisa dikenakan sanksi kurungan pidana 9 tahun,” sebutnya.

Sayangnya pada saat hendak dilakukan pengoreksian ulang, para awak media yang sedang berada di dalam ruangan diperintahkan keluar dan tidak diperbolehkan untuk meliput prosesi tersebut. Lantaran hanya untuk internal Pemkab Muratara.

Dari informasi, hasil koreksi ulang, Balon Kades Karang Anyar, Martono mendapatkan nilai terendah sehingga dinyatakan tidak lulus. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita