oleh

Polri Tetapkan Satu Tersangka Pengaturan Skor

JAKARTA – Perkembangan kasus pengaturan skor (Match Fixing) di Liga 3 Sepakbola tanah air, sesuai laporan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani terus berlanjut. Dan saat ini Satgas Antimafia Bola yang menangani kasusnya, kembali menetapkan tambahan tersangka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas), Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, ada enam tambahan tersangka dalam kasus match fixing ini antara lain, YI, ML, CH, DS, P, dan MR yang saat ini masih didalami oleh tim terkait keterlibatan mereka. Namun, ada satu tersangka yang sudah langsung dilakukan penahanan dan dipastikan keterlibatannya yakni, ML.

Dedi menjelaskan, ML merupakan direktur penugasan wasit di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Jabatanya itu pun menjadi modal dia untuk melakoni bisnis kotor ini dengan cara melakukan proses kompromi dengan para wasit-wasit yang memimpin pertandingan, dan meminta memenangkan salah satu klub.

“Tersangka ML sudah dilakukan penangkapan tadi malam. Dan penangkapan dia ini berdasarkan hasil penyelidikan dari para tersangka lain kemudian juga, barang bukti yang dimiliki oleh Satgas. Jadi, semuanya itu Satgas membuat kesimpulan yang bersangkutan sudah layak diupaya paksa penangkapan” kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (15/1).

Lebih jauh, kata Dedi, dengan jabatannya itu ML sehari-hari bertugas sebagai pengatur wasit. yang akan memimpin di laga tiap-tiap pertandingan baik liga 3 liga 2 maupun liga 1. Sementara untuk empat tersangka lainnya hingga kini masih didalami oleh Satgas Antimafia Bola termasuk ML didalami lagi terkait masalah aliran dana yang diterima.

“Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang dimiliki oleh tim, Ada berbagai pertandingan yang betul betul dikoordinir oleh tersangka ML dengan terstruktur sistematis untuk mengatur scor yang ada di pertandingan,” ungkap Dedi.

Terpisah, Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, Satgas Antimafia bola saat ini juga telah menetapkan satu tersangka lain yakni pemilik klub PS Mojokerto Putra (PSMP), Vigit Waluyo.

Menurut Argo, penetapan Vigit Waluyo sebagai tersangka kasus dugaan pengaturan skor ini dilakukan setelah penyidik dari Satgas Antimafia Bola melakukan gelar perkara, Senin (14/1). “Dan hasilnya, sesuai mekanisme gelar sudah dapat menaikkan VW menjadi tersangka dalam kasus PSMP Mojokerto,” jelas Argo.

Argo menyebut, bahwa dalam kasus pengaturan skor ini ada aliran dana senilai 115 juta dari tersangka kepada tersangka yang lebih dulu diamankan atasnama, Dwi Irianto alias Mbah Putih. Uang itu diberikan Vigit kepada Dwi untuk mempermudah jalan PS Mojokerto Putra naik kasta dari Liga 3 ke Liga 2.

Sebelumnya, sudah ada sejumlah orang yang dari awal ditetapkan tersangka dalam kasus ini antara lain, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit Priyanto, Anik Yuni Artika Sari, anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, dan wasit Nurul Safarid. (mhf/fin)

Rekomendasi Berita