oleh

Polri Klaim Hotspot Karhutla Menurun

LINGGAU POS ONLINE– Jumlah titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (14/8) diklaim Polri telah mengalami penurunan yang signifikan dari hari sebelumnya. Dari yang awalnya 1.460 titik, saat ini (kemarin) terpantau hanya sekitar 856 titik saja.

“Berdasarkan laporan terakhir, karhutla hasil pemantauan dilapangan kondisi hotspot hari ini (Rabu, 14/8 -red), mengalami penurunan hampir 50 persen lebih. Dari 1.460 titik menjadi 856 titik,” terang Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/8).

Dedi mengungkapkan, hotspot masih terlihat ada di beberapa wilayah Sumatera, seperti Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau. Selain itu ada juga di tiga wilayah Kalimantan yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Guna memantau penanganan karhutla saat ini Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri LHK Siti Nurbaya dan juga Kepala BNPB Doni Monardo turun langsung ke wilayah tersebut.

“Pak Kapolri bersama dengan Panglima TNI bersama ibu Menteri dan Kepala BNPB kan sudah beberapa hari ini langsung meninjau proses pelaksanaan mitigasi dan pemadaman karhutla di sana juga, serta meminta tim satgas karhutla terus focus dalam tugasnya” kata Dedi.

Adapun terkait penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan yang telah dilakukan, Dedi menegaskan, kalau Satgas karhutla saat ini sudah menetapkan sebanyaj 60 individu dan satu korporasi sebagai tersangka.

“Dan Kapolri juga telah memerintahkan Satgas siapapun pelaku pembakaran hutan dan lahan yang tertangkap tangan tindak tegas agar menimbulkan efek jera,” tandas mantan Wakapolda Kalimatan Tengah tersebut.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan, karhutla gambut yang terjadi di Propinsi Riau ini bukanlah akibat dari faktor alam, tapi karena memang sengaja dibakar oleh manusia atau disebabkan akibat ulah masyarakat juga.

Maka dari itu, pimpinan tertinggi korps baju coklat tersebut pun secara tegas meminta personelnya menangkap tangan para pelakunya. Bahkan, sampai meminta bantuan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto agar prajuritnya ikut membantu proses tersebut.

“Kami melihat penyebabnya itu 90 persen, kahutla akibat ulah manusia yang disengaja. Jadi, model seperti melakukan land cleaning (pembersihan lahan dengan membakar),” kata Tito saat meninjau langsung lokasi kahutla, Senin malam (12/8).

Tito pun menegaskan, untuk upaya penanggulangan karhutla dalam jangka pendek ini pihaknya akan menggunakan cara dengan penegakan hukum. Adapun dalam rangka melakukan upaya itu, kini dia telah perintahkan tiga Kapolda antara lain, Kapolda Riau, Sumatera, dan Kalimantan.

“Secara KUHAP setiap orang boleh (melakukan penangkapan). Termasuk juga saya minta kepada Bapak Panglima TNI, kalau tertangkap tangan boleh dan terus diserahkan ke penyidik kepolisian setempat. Kita ingin ada tindakan tegas, baik perorangan maupun korporasi biar ada efek jera,” tutupnya. (*)

Sumber : Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita