oleh

Polri Bentuk Tim Awasi Penolakan Korban Covid-19

LINGGAUPOS.CO.ID- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mewaspadai penjarahan selama penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Melalui surat telegram rahasia (TR), Kapolri meminta jajarannya mengantisipasi sejumlah kerawanan dampak PSBB.

Berdasarkan petunjuk dari surat bernomor ST/1098/IV/HUK.7.1./2020 Kapolri Jenderal Idham Aziz, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo langsung memberikan sejumlah pedoman kepada jajarannya dalam penanganan perkara selama penerapan PSBB. Dikatakannya, bentuk pelanggaran yang mungkin terjadi selama PSBB di antaranya, pencurian dengan pemberatan, kejahatan jalanan, penjarahan, dan pelanggaran terhadap kebijakan PSBB.

Bahkan, penolakan terhadap petugas yang berwenang, kemudahan akses dalam penanggulangan wabah covid-19, serta penolakan dikarantina. Penolakan dikategorikan sebagai kejahatan yang mungkin terjadi selama PSBB.

“Saya tegaskan agar jajaran Polri menganalisa kerawanan di wilayahnya masing-masing. Personel Polri harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat maupun perusahaan untuk cctv di lokasi yang rawan terjadinya kejahatan/penjarahan,” tegasnya.

Sigit juga meminta personel Polri menggalang dukungan dan partisipasi masyarakat (parmas) dalam mengantisipasi kerawanan itu. Alasannya, selain agar lebih efektif, parmas juga digalang agar masyarakat menyadari modus kejahatan yang acap kali muncul di tengah epidemi corona.

“Antisipasi kejahatan orang yang berpura-pura menjadi petugas disinfektan,” imbuh Sigit.

Dalam surat TR bertanggal 4 April itu, Sigit juga menyinggung penolakan warga terhadap jenazah positif covid-19. Sigit meminta jajarannya mengantisipasi persoalan yang belakangan banyak terjadi ini.

Polda Metro Jaya merespon perintah Kabareskrim tersebut. Polda yang dipimpin Irjen Nana Sudjana ini membentuk Tim Khusus Pengawal Jenazah Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus memastikan, tim yang beranggotakan personel Sabhara ini telah dibekali keterampilan khusus. Tim ini, lanjutnya, bakal mengantisipasi penolakan warga terhadap pemakaman korban covid-19.

“Selain itu antisipasi keluarga korban yang ingin memaksakan diri mengikuti proses pemakaman,” terang perwira melati tiga ini.

Selain mengamankan, tim ini juga dimungkinkan membantu proses pemakaman. Yusri menyebut, tim ini bertugas di TPU Pondok Rangon Jakarta Timur dan TPU Tegal Alur di Jakarta Barat.

“Mulai hari kami sudah jalankan utk pelaksanaan patroli dan menunjukan kesiapan polri dlm antisipasi di kedua TPU tsb,” tukas Yursri.(*)

Rekomendasi Berita