oleh

Politik Uang ‘Hantui’ Pemilu

LUBUKLINGGAU – Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 yang akan dilakukan pada 17 April 2019, para peserta pemilu sudah menyalakan mesin politiknya. Namun, karena persaingan yang sangat ketat, beberapa oknum politisi kemungkinan akan menggunakan money politik, karena beberapa masyarakat enggan menggunakan hak pilihnya bila tidak diberi uang oleh para peserta Pemilu.

“Untuk apa milih kalau tidak ada uangnya, toh kalau terpilih mereka lupa semua,” kata IN warga Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Jumat (8/2).

Menurutnya, orang yang pernah jadi tim sukses dari salah satu Caleg ini juga menjelaskan, para Caleg hanya mengurus tim suksesnya ketika akan dilakukan proses pemilihan suara. Namun, ketika pesta berakhir tim sukses bubar dengan sendirinya.

“Kami seperti panitia hajatan, pesta berakhir panitia langsung bubar sendiri. Tidak ada sedikitpun perhatian dari Caleg. Jujur pak ya, saat mereka sudah dilantik saya SMS saja tidak dibalas, bagaimana kami mau percaya kalau prosesnya seperti itu,” jelasnya.

Akhirnya, Pemilu 2019 ia tidak mau bergabung lagi dengan Caleg yang didukungnya pada 2014 lalu, karena sudah terlanjur kecewa dengan perlakuannya selama ini. Bahkan, saat ini ia tidak mau lagi terlibat sebagai tim sukses Caleg, karena tidak mau kecewa lagi.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan beberapa peserta pemilu sudah memberi iming-iming kepada pendukungnya untuk memberi uang Rp200 ribu per suara. Bahkan, beberapa masyarakat sudah memberikan KTP dan KK mereka kepada salah satu Caleg, dengan harapan dapat uang yang sudah dijanjikan tersebut.

Terkait hal itu, Komisioner Bawaslu Kota Lubuklinggau Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan sengketa Pemilu, Bahusi mengatakan pihaknya akan terus memperkuat pengawasan Pemilu.

Menurutnya, pihaknya tak henti-hentinya melakukan upaya pencegahan sebagai strategi utama pengawasan, dengan memberi imbauan kepada masyarakat melalui Panwascam untuk menolak money politik.

“Kami terus berupaya untuk melakukan pencegahan pelanggaran, terutama mengenai money politik, dengan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahayanya money politik,” jelasnya. (aku)

Rekomendasi Berita