oleh

Polisi Tetapkan Sopir Suzuki Carry Tersangka Kecelakaan Siring Agung

LINGGAU POS ONLINE – Terkait peristiwa kecelakaan lalulintas yang menghebohkan warga Kelurahan Siring Agung Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, penyidik telah menetapkan seorang tersangka, yakni sopir minibus Suzuki Carry BD 1244 LG.

Sopir minibus yang mengangkut jeriken kosong, Ahmad Sovian (22), sebelumnya sempat disebut Ahmad Sofyan, warga Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat I, kini sudah diamankan di Polres Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Lantas AKP Imanuhadi didampingi Kanit Laka Ipda Jemmy A Gumayel, menjelaskan penetapan tersangka terhadap sopir minibus setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, pemilik mobil dan tersangka sendiri.

“Karena sudah terpenuhinya alat bukti yang cukup terkait kasus laka ini, petunjuk yang terang, maka hari ini (Jumat, 6/9/2019) terhadap Saudara AS (Ahmad Sovian, red) sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Polres Lubuklinggau,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam penanganan kecelakaan itu pihaknya dibantu Polsek Lubuklinggau Selatan. “Kami dibantu jajaran Polsek Lubuklinggau Selatan, dari semalam telah melakukan serangkaian tindakan Kepolisian, baik itu proses penanganan TKP, olah TKP, penyelidikan, evakuasi korban dan barang bukti sampai ke tahapan proses penyidikan,” ujar Jemmy, Jumat (6/9/2019).

Terkait kronologis kejadian, minibus Carry BD 1244 LG yang dikemudikan Ahmad Sovian, melaju dari arah Jalan Kenanga II melintasi Kelurahan Siring Agung menuju ke simpang 3 Rumah Makan Mang Engking.

Setiba di TKP, tepatnya di Dam III, ketika hendak mendahului sepeda motor yang ada di depannya, datang dari arah berlawanan sepeda motor Honda Beat tanpa nopol dikemudikan korban, Damar Nurcahyo Kuncoro (19) warga Dusun I Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.

“Sehingga terjadi tabrakan. Selanjutnya minibus Carry lepas kendali, melaju masuk ke dalam irigasi perairan yang ada di sebelah kirinya. Sementara sepeda motor Honda Beat jatuh di sebelah kanan jalan,” jelas Kanit Laka.

Korban Damar Nurcahyo Kuncoro tewas dalam kecelakaan itu. Sementara sepeda motornya rusak bagian depannya.

Kasat Lantas menjelaskan pasal yang diterapkan pada kasus ini yakni Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan. Tepat pasal 310 ayat (1) dan (4), yaitu karena kelalaian pengemudi menyebabkan kerugian material dan korban meninggal dunia. “Ancaman pidananya, maksimal enam tahun penjara dan denda  Rp12 juta,” tambahnya

Dalam kejadian ini, Kasat Lantas  menyampaikan, korban Damar diketahui tidak menggunakan helm.

“Inilah mengapa kami tidak henti-hentinya menindak pelanggaran lalu lintas di jalan. Karena pelanggaran lalu lintas di jalan, dapat meyebabkan fatalitas terhadap kecelakaan lalu lintas. Terbukti fakta kasus kecelakaan tersebut, almarhum Damar tidak menggunakan helm SNI. Himbauan Kami gunakan selalu Helm SNI, ada maupun tidak ada Polisi di jalan. Karena manfaatnya bukan untuk kami, tetapi untuk pengendara itu sendiri,” tegas Kasat.(*)

Laporan: Endang Kusmadi

Rekomendasi Berita