oleh

Polisi Temukan Sidik Jari, Apakah Milik Pembunuh Ipung Salon?

LINGGAU POS ONLINE – Sampai tadi malam, Jumat (23/8/2029), Salon Ipung masih jadi perhatian pengendara yang melintas di Jl Yos Sudarso, No.70, RT 11 Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Sebab, kemarin pagi sekira pukul 10.00 WIB, owner Salon Ipung yakni Muhammad Effendi alias Yen Pong Loi alias Ipung ditemukan tewas bersimbah darah di ruang belakang rukan dua lantai miliknya itu.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Reskrim, AKP Rivou Lapu mengatakan pihaknya masih melakukan penyidikan. Sudah lima saksi diperiksa.

“Namun tidak ada Circuit Closed Television (CCTV) di teras maupun dalam rumah korban. Kami sudah cek semua. Saat ini kami masih mendalami motif pelaku. Namun, yang pasti bukan perampokan. Melainkan sengaja dibunuh oleh pelaku. Karena mobil, perhiasan dan uang tunai milik korban senilai Rp15 juta masih ada. Handphonenya juga masih ada. Sampai saat ini, kami mengantongi satu sidik jari terduga pelaku pembunuhan,” ungkap AKP Rivou Lapu kepada Linggau Pos tadi malam.

Ia memastikan, ketika nanti sudah bisa memastikan motif pembunuhan ini, maka polisi akan terus mendalami kasus ini.

Mengenai temuan banyak bekas alat kontrasepsi (kondom) di lokasi ditemukannya Ipung, AKP Rivou Lapu belum bisa memastikannya.

“Soal itu, nanti kami cek lagi ke TKP. Kalau mengenai aktivitas dalam salon kaitannya dengan pembunuhan ini, kami belum bisa pastikan. Nanti kami dalami dulu motif pelaku. Setelah itu, apakah akan mengarah ke pengawasan intens terhadap salon, masih akan dikembangkan bagaimana kebijakannya,” imbuhnya.

Dari lokasi kejadian, Kasat Reskrim menambahkan pihaknya menemukan beberapa barang bukti, diantaranya dua pisau, kendati belum bisa dipastikan pisau itu digunakan untuk membunuh korban.

“Kami juga mengamankan barang bukti berupa batu berlumuran darah, yang kemungkinan dipakai untuk memukul kepala korban. Sebab ada luka robek memanjang di kepalanya sekitar 7 centimeter. Total lukanya ada sembilan,” jelas Rivou Lapu.

Berdasarkan hasil visum korban mengalami luka pecah di kepala diduga akibat benda tumpul. Di pelipis kanan korban luka ada bekas tumbukan benda tumpul, sebanyak tiga tumbukan, yang kemudian menyebabkan luka robek memanjang.

Informasi dihimpun di Kamar Mayat Rumah Sakit Dr Sobirin, ada dua luka tusuk di leher kanan kiri dan lima luka tusuk di dada dan perut, total seluruhnya ada sembilan luka.(*)

Laporan Sulis

Rekomendasi Berita