oleh

Polisi Tangkap Warga Biaro Baru

LINGGAU POS ONLINE, KARANG DAPO – Dengan alasan meminjam motor untuk membeli rokok, malah dibawa kabur. Itulah diduga dilakukan BR (20), warga Desa Biaro Baru, Kecamatan Karang Dapo bersama tersangka AN (30), warga Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Keduanya nekat membawa kabur motor milik, Indra Hadiwijaya (42) warga Bingin Rupit Kecamatan Rupit. Kebetulan saat itu motor korban dibawa oleh adiknya, Yoga (20) nongkrong di Jembatan Desa Biaro Baru, pukul 17.00 WIB, Jumat (20/4).

Berkat kesigapan anggota Polsek Karang Dapo, BR berhasil diringkus petugas, ketika sedang tidur di rumah keluarganya di Karang Dapo, pukul 23.30 WIB, Sabtu (28/4). Sedangkan AN menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Karang Dapo, karena saat digerebek petugas di kediamannya tidak berada di lokasi.

Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Karang Dapo, Iptu Yani Iskandar saat dikonfirmasi, Rabu (2/5), mengatakan kasus penggelapan terjadi bermula saat Yogi menggunakan motor milik korban untuk jalan-jalan sore, dan beristirahat atau di Jembatan Desa Biaro Baru.

Kemudian datang BR dan AN meminjam motor korban dengan alasan pergi ke warung untuk membeli rokok. Namun sampai korban melaporkan kejadian pengelapan ke Polsek Karang Dapo, BR dan AN belum juga mengembalikan motor yang dipinjamnya. Akibatnya, korban kehilangan satu unit motor matic merek Beat Pop warna hitam tanpa Nopol, jika nilai dengan uang Rp 6 juta.

“Dari laporan korban itulah kami meringkus BR, namun rekannya berhasil melarikan diri, saat ini AN masih dilakukan pengejaran,” kata Yani Iskandar.

Yani menjelaskan, dari tangan tersangka petugas mengamankan Barang Bukti (BB) diantaranya, satu sepatu warna putih merek Nike, satu celana Levis panjang warna biru dan satu baju kaos warna hitam Threeminds.

Pengakuan tersangka, BB diamankan dibeli hasil dari penjualan motor milik korban Rp 2.800.000 dijual seseorang di Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara.

“Saat ini tersangka masih kami periksa guna pengembangan perkara ini lebih lanjut. Selanjutnya BR disangka melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman dipidana penjara 4 tahun penjara,” jelas Yani. (03)

Rekomendasi Berita