oleh

Polisi Tangkap Dua Oknum Sopir

Diduga Buat Laporan Palsu

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Anggota Reskrim Polres Musi Rawas (Mura) berhasil menangkap dua orang oknum sopir berinisial NK (21) warga Kelurahan Bangun Jaya, Kecamatan BTS Ulu dan AY (23) warga Desa Sukamana Kecamatan STL Ulu Terawas.

Penangkapan dua oknum sopir berlangsung pukul 21.30 WIB, Sabtu (18/8) karena diduga membuat laporan palsu.

Awal kejadiannya, NK dan AY datang ke Mapolres Mura di Jalinsumteng Desa Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti untuk melaporkan tindakan Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang dialaminya.

Menurut pelapor NK, saat itu dirinya habis ditodong hendak ke SP 5 HTI Kecamatan Muara Lakitan membawa mobil Truk Canter Nomor Polisi (Nopol) BG 8908 HD, dengan muatan batu koral untuk proyek pembuatan jalan.

Setelah melewati di Jalan Poros di SP 5 HTI Kecamatan Muara Lakitan, ia dipepet mobil Avanza warna putih tanpa Nopol, berisi dalamnya berjumlah empat orang yang membawa Senjata Api Rakitan (Senpira) laras pendek jenis pistol.

Kemudian, keempat orang itu meminta pelapor untuk berhenti dan turun dari kendaraan yang ia bawahnya. Setelah pelapor turun, empat orang itu merampas kunci mobil pelapor dengan mengancam akan dibunuh.

Sedangkan pelapor, ia dimasukkan ke dalam mobil Avanza dan kedua tangannya diikat dengan tali. Serta kepala sebelah kanan dipukul dengan menggunakan Senpira.

Berdasarkan laporan tersebut, Satreskrim Polres Mura melakukan penyelidikan. Adapun hasil penyelidikan berupa pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta warga sekitar menyatakan tidak ada kejadian Curas di wilayahnya.

Anggota terdapat kejanggalan dengan laporan itu, seperti bekas luka pelapor dan bekas ikatan yang ada di tubuhnya tidak ada. Kemudian, anggota Reskrim Polres Mura melakukan penyelidikan terhadap pelapor karena anggota curiga bahwa laporan yang dialaminya itu tidak ada.

Setelah penyidik memeriksa pelapor, ia mengakui telah membuat laporan palsu dengan tujuan mobil truk tersebut akan dibeli oleh temannya, Bejan seharga Rp 150.000.000.

Pelapor AY ikut menemani pelapor NK untuk melapor tersebut, turut serta dalam pembuatan laporan palsu juga diamankan Reskrim Polres Mura. Selanjutnya, kedua pelapor itu diamankan ke Polres Mura guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Reskrim Polres Mura, AKP Wahyu Setyo Pranoto saat dikonfirmasi, Senin (20/8) membenarkan pihaknya telah mengamankan pelapor membuat laporan palsu.

“Jangan berikan laporan palsu untuk keperluan pribadi, karena akan merugikan diri sendiri. Laporan palsu akan timbulkan image yang buruk terhadap Kamtibmas setempat,” imbau Wahyu SP.

Ia menambahkan saat ini kedua pelapor itu ditahan di sel tahanan Mapolres Mura. Tersangka dijerat pasal 242 dan atau 220 KUHP dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan. (04)

Rekomendasi Berita