oleh

Polisi Masih Selidiki Kasus Perumahan Syariah BNS, BPSK Sidangkan Perkaranya

LINGGAUPOS.CO.ID – Penyidik Polres Lubuklinggau masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penipuan perumahan syariah pengembang perumahan PT Buraq Nur Syariah (BNS) di Jl HM Suharto Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono menjelaskan penanganan kasus penipuan perumahan syariah tersebut terus dilakukan pendalaman.

“Saat ini kasus penipuan berkedok perumahan syariah itu terus kita lakukan penyelidikan dan pendalaman,” jelasnya Kamis (18/2/2021).

Ia menuturkan penyidik Polres Lubuklinggau saat ini terus melakukan penyidikan dengan meminta keterangan para saksi-saksi korban.

“Saksi-saksi terus kita lakukan pemeriksaan dan yang pasti kasus ini sedang kita proses, semua bukti sudah kita minta dari para korban, untuk status masih lidik,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini status terlapor belum dilakukan penetapan sebagai tersangka. Karena saat ini penyidik masih fokus pengumpulan barang bukti.

“Nanti apabila berkas sudah lengkap  akan kita naikkan ke status selanjutnya,” tambahnya

Seperti diketahui tercatat hingga saat ini sebanyak 430 konsumen di Kota Lubuklinggau tertipu dengan kerugian hingga mencapai miliaran rupiah.

Sementara itu Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Lubuklinggau, Rabu (17/2/2021) telah menyidangkan perkara tersebut sesuai laporan dari pihak konsumen.

Sesuai informasi dari BPSK sidang tersebut agendanya fasilitasi antara pihak penggugat Forum Komunikasi Konsumen Buraq Nur Syariah (FKKBNS) dengan tergugat PT BNS.

Sidang dihadiri penerima kuasa Advokat Apriyansyah, SH danAndriansyah, SH bertindak atas kepentingan hukum Deni Alpian dan Yandri Saputra.

Dalam sidang, Ketua Majelis telah memberikan kesempatan kepada pihak penggugat membacakan dan menyampaikan kesimpulan serta permohonan, disertai dengan adanya penyerahan barang bukti petunjuk. Pada kesempatan yang sama pula, pihak terkait turut membacakan dan menyerahkan Kesimpulan dan permohonan kepada Majelis BPSK.

Sidang akan kembali dilakukan pada Kamis (25/2/2021) dengan agenda pembacaan putusan peradilan arbitrase.(*)

Rekomendasi Berita