oleh

Polisi Kejar Pelaku Perampokan

TKP di Kelurahan Watervang

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Polisi sedang melakukan penyelidikan kasus dugaan perampokan terhadap Meitisa (24) yang terjadi di salah satu perumahan Jalan Kali Kesik, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I sekira pukul 01.00 WIB, Sabtu (26/5). Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan terhadap Apoteker RS DR Sobirin tersebut.

“Masih kami lidik, dan pengejaran para pelaku,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Maduransyah Wahyu Maduransyah, Minggu (27/5).

AKP Wahyu Maduransyah menjelaskan, pastinya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meminta keterangan saksi dan korban yang bersangkutan, namun hasilnya masih kami dalami perkara perampokan ini.

“Kalau identitasnya, masih kami lidik, namun dugaan para pelaku sering melakukan tindak kejahatan, untuk jumlahnya sesuai pengakuan korban yakni lebih dari satu,” singkatnya.

Kriminolog yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, DR Sri Sulastri mengingatkan masyarakat harus selektif dalam mencari hunian yang aman untuk keluarga.

Seperti, kata dia, pilih lokasi yang cukup ramai, karena rumah hunian suatu saat pasti dalam keadaan sepi, karena ditinggal pemiliknya.

“Biasanya, kalau hunian ditinggal pemiliknya biasa rentan jadi korban kejahatan, karena kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, adanya kesempatan juga dapat membuat orang melakukan kejahatan,” terang DR Sri Sulastri.
Menurut DR Sri Sulastri, seharusnya ketika akan membeli tempat hunian, harus terlebih mengetahui lokasi yang akan dituju apakah sudah aman atau tidak, karena menyangkut keselamatan anggota keluarga.

Selanjutnya, pesan Sri Sulastri, untuk developer (pengembang perumahan) harusnya mampu memberikan rasa aman kepada penghuninya, karena dengan adanya masyarakat yang menghuni perumahannya, otomatis akan menguntungkan dirinya.

“Maka, sudah jadi kewajiban untuk menjamin keamanan penghuninya. Selain itu, bukan hanya aset penghuni saja yang perlu diamankan, aset dari developer juga harus diamankan, apalagi masih dalam tahap pembangunan, tentu banyak aset yang harus diamankan,” imbuhnya.

Menurutnya, peristiwa yang pernah terjadi di lokasi perumahan itu harus jadi pembelajaran, baik untuk masyarakat maupun developer.

“ Semoga kejadian yang sama tidak terulang lagi dikemudian hari,” imbuh Sri Sulastri.

Sekedar mengingatkan, perampokan terjadi di salah satu perumahan Jalan Kali Kesik, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I pukul 01.00 WIB, Sabtu (26/5). Korbannya seorang gadis, Meitisa.

Awalnya, Meitisa mendengar ada suara berisik dari pintu belakang rumahnya. Meitisa yang tadinya tidur di kamar depan, lalu terbangun langsung ke kamar belakang mengintip dari balik jendela kamar belakang. Meitisa melihat tiga OTD bersebo mencongkel untuk membuka terali dan pintu belakang. Seorang lagi memecah kaca jendela kamar belakang. Meitisa makin ketakutan dan berteriak sekencang mungkin berharap ada bantuan dari tetangganya.

Dengan tangan gemetar, Meitisa menghubungi ayahnya Sofiyan yang tinggal di Desa Muara Kati, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) memberitahukan kondisinya bahaya.

30 Menit kemudian OTD berhasil masuk rumah, lalu mendobrak kamar Meitisa. Pelaku berhasil mendapati Meitisa, pelaku membuka semua laci-laci almari Meitisa, seperti mencari uang dan benda berharga lainnya.

Meitisa yang baru tiga bulan mendiami rumah itu dalam ancaman, karena pelaku membawa senpi, sebilah golok dan pisau. Meitisa sempat teriak, namun pelaku mengatakan kalau teriak putri kedua Sofyan dan Rom itu akan diculik. Meitisa mengalah, dan membiarkan dua orang pelaku yang bersebo menjarah seisi rumahnya.

“Satu orang seret aku keluar kamar sampai ke hutan belakang rumah pakai kain yang dibalutkan di pinggangku, dua pelaku lainnya mengambil barang-barang. Pelakunya bawa Senjata Api (Senpi) jenis pistol, sajam jenis golok, sajam pisau dapur serta besi kecil. Pelakunyo, ado tigo wong pakai sebo galo, tapi sikok pelakunyo sering dibuka sebonya, kalau ketemu pasti tahu aku,” papar Meitisia saat dibincangi Linggau Pos di RS Siti Aisyah, menunggu proses visum.

Kabar perampokan sekaligus dugaan penculikan terhadap Meitisa sampai ke Polsek Lubuklinggau Timur. Lebih dari 20 anggota polisi dan warga melakukan pengejaran.

Meitisa yang dibawa lari ke dalam hutan karet mulai lemas. Namun Meitisa mencoba untuk kembali berteriak minta tolong dan sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku. Meitisa berusaha menggigit pundak pelaku. Namun pelaku masih menyeretnya.

Rombongan polisi dan warga semakin mendekat. Pelaku yang tinggal satu orang tampaknya ketakutan, dan kabur ke dalam hutan.

Sekira pukul 04.30 WIB, Meitisa ditemukan di dalam hutan dalam kondisi lemas, namun masih bisa berkomunikasi. Meitisa langsung dibawa ke RS Siti Aisyah.

Sepeda motor matic Suzuki Spin BG 4008 HP, laptop Samsung, satu unit HP Xiomi Red 4X dan Nokia 102 dibawa oleh pelaku. (01/03/02)

Rekomendasi Berita