oleh

Polisi Grebek Kediaman Pelaku Penggelapan Gaji Buruh

LINGGAU POS ONLINE – Petugas Polsek Rupit, Rabu (11/12/2019) mengrebek kediaman RK, oknum kontraktor yang diduga menggelapkan uang gaji buruh PT Dendy Marker Indah Lestari (DMIL). Namun RK tidak berhasil diamankan, kendati begitu polisi melakukan penggeledahan kediaman RK.

Kapolres Muratara AKBP Adi Witanto melalui Kasat Reskrim AKP Dedi RH menjelaskan, petugas Polsek Rupit sudah melakukan pengrebekan. “Kediaman tersangka digrebek petugas Polsek Rupit, namun RK sudah tidak ada,” ia menjelaskan.

Petugas ditambahkannya melakukan penggeledakan di beberapa ruangan rumah RK. Untuk mencari siapa tahu RK bersembunyi, dan mencari barang bukti.

Seperti diketahui, Rabu pagi, Sekitar 30 orang buruh perkebunan sawit PT Dendy Marker Indah Lestari (DMIL) mendatangi Polres Muratara. Kedatangan para pekerja berstatus buruh harian lepas ini meminta polisi segera menangkap RK, oknum kontraktor yang diduga menggelapkan uang gaji buruh.

Para pekerja ini sudah melaporkan RK ke kantor Polsek Rupit atas perkara penggelapan dan atau penipuan dengan nomor laporan LP/B-85/XI/2019/SS/RES MURA/SEK RUPIT pada 26 November 2019.

Pekerja tak sabar menunggu RK ditangkap polisi, sehingga mereka mendatangi Polres Muratara untuk mengetahui sejauh mana tindak lanjut laporan mereka. “Kami ke sini (Kantor Polres Muratara) cuma mau tau tindak lanjut laporan kami. Uang gaji kami ada sama dia (RK),” kata salah seorang buruh, Kholifah.

Pekerja lainnya, Edi Zen menjelaskan ada sebanyak 51 buruh yang belum gajian, karena uang untuk membayar gaji para buruh diduga dibawa kabur oleh RK. RK merupakan kontraktor pemilik CV yang menaungi para buruh yang bekerja di Divisi V PT DMIL, sehingga buruh menerima gaji dari RK.

“Nah gaji kami itu sudah dikeluarkan oleh perusahaan (PT DMIL), sudah ditransfer ke dia (RK), tapi dia tidak tau dimana sekarang, jadi kami belum menerima gaji,” kata Edi.(*)

 

Rekomendasi Berita