oleh

Polisi Gadungan Peras Sales Roti

Pakai WeChat, Pancing Korban Berkencan

LUBUKLINGGAU – Polsek Lubuklinggau Barat meringkus empat tersangka pemerasan memanfaatkan aplikasi chating WeChat, Rabu (19/12).

Keempatnya adalah Mega (21) dan suaminya Andi Sutiono alias Andi (22) warga Jalan Depati Said RT.2 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Kemudian Apiyondi alias Pion (22) warga Jalan Depati Said RT.3 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II dan Redo Tomi Saputra alias Tomi (25) warga Jalan Bangka RT.3 Kelurahan Lubuklinggau Ilir Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Keempatnya diduga memeras sales roti Muhadi (31) warga Jalan Desa Sumber Harapan RT.4 Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur. Menyebabkan korban menderita kerugian Rp5 juta.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat, AKP Sopian Hadi menjelaskan korban melapor mengaku telah diperas oleh tersangka.

Kronologisnya, Jumat (7/12) sekitar pukul 17.30 WIB, korban berkenalan dengan Mega melalui aplikasi chating WeChat. Setelah berkenalan, keduanya sepakat berkencan di hotel.

Namun saat keduanya berada di dalam kamar hotel. Tiba-tiba datang tiga orang laki-laki. Mereka adalah Andi yang mengaku sebagai suami Mega, bersama temannya Pion. Serta Tomi yang mengaku polisi.

Mereka kemudian mengancam akan membawa korban Muhadi ke kantor polisi. Namun jika mau memberikan uang Rp5 juta, mereka mau berdamai.

Takut, korban mengajak ke ATM BRI di Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau untuk mengambil uang. Kemudian memberikan uang Rp5 juta.

Selanjutnya, setelah kejadian tersebut, Selasa (18/12) sekitar pukul 21.00 WIB, rombongan tersangka kembali mengajak korban bertemu di Stasiun Lubuklinggau.

Dalam pertemuan ini, korban kembali diperas. Karena tidak memberikan uang, sepeda motor Honda Beat milik korban disita oleh para tersangka.

Merasa menjadi korban bulan-bulanan pemerasan keempat tersangka. Korban melapor ke Polsek Lubuklinggau Barat.

Berdasarkan laporan korban, Rabu (19/12) sekitar pukul 15.30 WIB, petugas menemukan kediaman tersangka Mega di Kelurahan Sidorejo. Lalu petugas menangkap Mega di rumahnya.

“Dari hasil penggeledahan di rumah Mega ditemukan sepaket alat hisab sabu-sabu (bong),” kata Sopian Hadi.

Kemudian, petugas memancing tersangka Andi Sutiono (suami Mega). Andi dipancing akan diberikan uang Rp5 juta, untuk ditukarkan dengan sepeda motor milik korban yang disita tersangka.

Andi Sutiono mengajak korban untuk bertemu di Indomaret Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Ternyata di sana bukan hanya Andi Sutiono, yang menunggu, namun juga Apiyondi alias Pion.

Petugas langsung membekuk keduanya. Selanjutnya, petugas langsung melakukan pengembangan, hingga Redo Tomi Saputra alias Tomi juga berhasil ditangkap.

Dari pengakuan tersangka, uang Rp5 juta tersebut digunakan untuk membeli dua cincin emas seberat 3 gram dan sepasang anting-anting seberat 1 gram.

“Dari modus yang digunakan, terindikasi ada jaringan prostitusi,” kata Sopian Hadi.

Selanjutnya sambung Sopian Hadi, keempat tersangka beserta Barang Bukti (BB) diamankan di Mapolsek Lubuklinggau Barat, dan akan diganjar berdasarkan Pasal 368 KUHP.(cw1)

Rekomendasi Berita