Polisi Amankan 3 Pelaku Pengeroyokan yang Jenazah Korbannya Ditolak Warga

LINGGAUPOS.CO.ID- Satreskrim Polres Ogan Ilir telah mengamankan tiga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Putra (33), warga Desa Tanjung Lalang Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir, pada 9 April lalu di Jalan Alternatif, Desa Tanjung Lalang – Seri Kembang, Kecamatan Payaraman.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Robi Sugara mengatakan, ketiga pelaku yakni Ade Saputra (25), Basarmin (50), dan Kepi yang ketiganya merupakan warga Desa Tanjung Lalang.

“Yang ada di tahanan Polres saat ini atas nama tersangka Ade dan Basarmin, sedangkan untuk Kepi saat ini sedang diamankan di Polsek Tanjung Batu,” ungkap Robi di hadapan awak media saat rilis kasus di Mapolres Ogan Ilir, Rabu (9/6).

Kedua tersangka sudah diamankan di Polres Ogan Ilir sejak dua pekan lalu. Adapun peran kedua tersangka dalam kasus ini yakni, memberikan informasi kepada warga bahwa korban Putra sudah berada di Desa Tanjung Lalang.

“Jadi dua hari sebelum kejadian, mereka ini sudah merencanakan untuk mengeroyok korban. Tersangka Ade ini ditelepon oleh korban untuk dibawakan mobil. Rencananya korban ini akan membawa kabur adik iparnya keluar daerah,” paparnya.

Sementara itu, tersangka Ade Saputra yang kesehariannya bekerja sebagai sopir travel Tanjung Lalang-Palembang, mengaku tidak ikut melakukan pengeroyokan kepada korban Putra. Ayah satu anak ini mengatakan, dirinya hanya mengantarkan mobil kepada korban dan setelah itu pulang ke rumah.

“Saya tidak tahu kalau ternyata korban itu mau dibunuh, saya pikir hanya dikeroyok saja untuk memberikan efek jera. Karena memang korban itu sudah meresahkan di desa kami,” ungkapnya.

Kepada SUMEKS.CO, tersangka Ade mengaku menyesal sudah memberikan informasi kepada warga, sehingga terjadinya pembunuhan tersebut. Pasalnya, Ade baru saja merasakan kebahagiaan setelah kelahiran anak pertamanya yang saat ini baru berusia satu bulan.

“Nyesal aku men tau kejadiannyo cak ini,” ucap Ade dengan berkaca-kaca.

Diketahui, karena dinilai meresahkan saat masih hidup, pemakaman Putra (30), korban pembunuhan di Jalan Alternatif Desa Tanjung Lalang – Serikembang Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (9/4) sore, mendapatkan penolakan dari warga Desa Tanjung Lalang.

Jenazah Putra sebelumnya sempat dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang untuk dilakukan visum. Dan akhirnya korban dimakamkan di Palembang.

Menurut Kepala Desa Tanjung Lalang, Juma’adin, penolakan warga sangat beralasan, lantaran korban semasa hidupnya telah meresahkan warga. Yakni, pernah berselingkuh dengan istri orang dan menyebabkan penceraian.

Menurut Juma’adin, terakhir korban diketahui menjalin hubungan asmara dengan adik iparnya sendiri, UP (20), sejak satu bulan lalu. UP merupakan adik dari AW (28) yang merupakan istri korban.(sumeks.co)

Rekomendasi Berita