oleh

Polda Sumsel Bakal Panggil Paslon Nomor 2

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Terkait pengembangan penyidikan bentrok antar Tim Sukses (Timses) di Kabupaten Empat Lawang, penyidik Polda Sumatera Selatan (Sumsel) akan melakukan pemanggilan Pasangan Calon (Paslon).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap Paslon nomor urut 2, Joncik Muhammad-Yulius Maulana, terkait kericuhan dua Timses yang menyebabkan satu orang tewas.

Dikatakan Jenderal bintang dua ini, pemeriksaan terhadap Paslon nomor urut 2 semestinya dilakukan Kamis (21/6). Namun karena adanya agenda Paslon tersebut, pemeriksaan akhirnya diundur.

Ada informasi jika Timses dari Paslon nomor urut 2 memiliki senjata api dan senjata tajam saat bentrokan itu terjadi. Tetapi, para tersangka belum mau menyebutkan nama,” kata Zulkarnain.

Pelaku penembakan hingga menyebabkan satu orang tewas dari Timses Paslon nomor urut 2 dilakukan oleh Timses Paslon nomor urut 1.

“Yang kena bacok dan yang menembak sampai mati pelakunya dari Timses Paslon. Semuanya nanti kita periksa, nanti Paslon nomor urut 2 kita panggil dulu untuk diperiksa,” ujarnya.

Polda Sumsel telah menetapkan lima tersangka atas kerusuhan tersebut, dari lima tersangka itu, dua diantaranya merupakan Kepala Desa (Kades). Yakni Kades Martapura inisial PR dan Kades Padang Tepong inisial AF.

“Dari lima tersangka, empatnya kita tangani. Sementara, satu tersangka bukan ranah kita, sebab ditangani oleh TNI,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, bentrokan antar pendukung Paslon nomor I David Hardiyanto-Eduar Kohar dan calon nomor 2, Joncik Muhammad-Yulius Maulana, pada Selasa (13/6), menyebabkan satu orang Timses dari Paslon nomor 2 bernama Beni tewas tertembak di bagian wajah. Dan beberapa korban lain mengalami luka bacok.

*** Ratusan Personel TNI Ditempatkan di Empat Lawang

Sementara itu, ratusan personel TNI disiagakan di Kabupaten Empat Lawang, menyusul akan dilaksanakannya pemungutan suara pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) serentak, Gubernur/Wakil Gubernur Sumsel dan Bupati/Wakil Bupati Empat Lawang yang akan dilaksanakan 27 Juni 2018.

Ratusan personel TNI yang terdiri dari gabungan Batalyon Armed, Zipur, Reader, Kaveleri, Arhanud dan Hubdam Kodam II Sriwijaya ini tiba di Kabupaten Empat Lawang, disambut langsung Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan bersama Dandim 0405/Lahat, Letkol (Kav) Sungudi di lapangan Mapolres Empat Lawang, Minggu (24/6).

Informasi dihimpun, sebelumnya, Jumat (22/5) sore, sebanyak tiga peleton atau satu kompi pasukan Brimob Polda Bengkulu, juga sudah tiba di Mapolres Empat Lawang, untuk membantu pengamanan Pemilukada serentak di Kabupaten Empat Lawang.

Aparat keamanan rencananya akan menyiagakan lebih dari seribu personel gabungan TNI/Polri untuk menjaga stabilitas di wilayah sampai usainya pesta demokrasi di kabupaten ini.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan mengatakan, total jumlah personel TNI yang turut mengamankan jalannya Pemilukada di Kabupaten Empat Lawang, sebanyak kurang lebih 300 personel.

“Masing-masing kecamatan akan kita tempatkan satu peleton personel TNI untuk bersama-sama anggota Brimob mengamankan jalannya Pilkada,” ujarnya.

Diuraikannya, saat ini total personel TNI/Polri yang diploting untuk pengamanan Pemilukada serentak di Kabupaten Empat Lawang, sudah lebih dari seribu personel.

“Jadi nanti kita akan bagi rata di setiap kecamatan masing-masing ada personel TNI dan Brimob. Mereka ini akan terus melaksanakan patroli, jadi posisi mereka tidak di TPS, namun melaksanakan patroli di wilayah-wilayah kecamatan,” bebernya.

Menurut Agus, saat ini pihaknya juga sudah menyiapkan pasukan Pengendali Massa (Dalmas) sebanyak satu Kompi. Sejauh ini pihaknya sudah memetakan wilayah-wilayah rawan konflik, antara lain Kecamatan Pendopo, Kecamatan Muara Pinang, Kecamatan Talang Padang dan Kecamatan Ulu Musi.

“Pasukan gabungan TNI/Polri ini juga akan diplotingkan mengamankan daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga juga,” imbuhnya. (10/Net)

Rekomendasi Berita