oleh

Pokjar UT Lubuklinggau Barat Luluskan 34 Sarjana PGSD

34 SARJANA Pendidikan Guru SD jadi alumni perdana Pokjar UT Lubuklinggau Barat. Kamis (21/3) di Hotel Dafam, dilangsungkan Resepsi Pelepasan Lulusan UPBJJ UT Pokjar Lubuklinggau Barat.

Ketua Pokjar UT Lubuklinggau Barat, Jamaluddin memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan-wisudawati yang telah mengikuti Sidang Senat Terbuka di Jakarta itu.

“Mereka ini alumni Prodi PGSD Bidang Ilmu. Jadi 34 alumni perdana ini sebelumnya sudah S1, namun bukan PGSD. Sehingga mereka yang berniat untuk mendedikasikan diri sebagai guru SD, mengambil Prodi PGSD Bidang Ilmu,” jelas Jamaluddin.

Jamaluddin berharap, dengan lahirnya sarjana PGSD dari Pokjar UT Lubuklinggau Barat ini bisa jadi angin segar bagi pemerintah. Mengingat, saat ini Kota Lubuklinggau, Musi Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara) dan sekitarnya sedang kekurangan guru SD.

“Dengan kelulusan mereka dari UT ini, bisa jadi SDM yang akan berkontribusi untuk mengabdi di SD. Karena secara keilmuan, mereka sudah dibekali bagaimana teknik mendidik murid SD,” jelasnya.

Di UPBJJ UT Lubuklinggau Barat tersebut, tak hanya membuka Prodi PGSD BI. Berdiri sejak 2 tahun lalu, UT Lubuklinggau Barat juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang akan kuliah Prodi PGPAUD, PGSD Reguler, Ilmu Hukum, Manajemen dan Ilmu Pemerintahan. Saat ini, ada 216 mahasiswa dari seluruh Prodi yang kuliah di institusi tersebut.

“Untuk mahasiswa masa registrasi 2018.1 sudah mulai kuliah. Dan saat ini kami menerima mahasiswa untuk masa registrasi 2018.2. Penutupan pendaftarannya Juni 2018 mendatang,” jelasnya.
Apa yang dilakukan Jamaluddin, dan para tutor di Pokjar UT Lubuklinggau Barat dapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau, H Tamri.

“Bersyukurlah, dengan kesempatan yang luas untuk menuntut ilmu ini. Kalau perlu, setelah S1, lalu S2. Jangan berhenti cari ilmu,” kata Tamri.

Ia juga mengatakan, UT sebagai kampus negeri, kualitas alumninya tak diragukan lagi. Sebab tutor yang mengisi perkuliahan juga dipilih dengan selektif.

Oleh karena itu, Tamri yang juga alumni UT mengaku bangga dengan semakin besarnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UT.

Ungkapan selamat juga disampaikan Ketua Prodi PGSD BI, Neni Mistika.

Ia berharap, ilmu yang didapat para wisudawan-wisudawati bisa bermanfaat untuk jadi bekal mengabdi di lembaga pendidikan masing-masing.

“Mahasiswa kami ini belajarnya di Sekretariat UPBJJ UT Lubuklinggau Barat, Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I tepatnya di SMA Plus Bina Satria,” imbuh Neni.

Salah satu dosen UT Pokjar Lubuklinggau Barat Dewi Aulia Margaretha menerangkan, sebagian besar mahasiswa UT memang menyetarakan keilmuannya.

“Mahasiswa di sini macam-macam. Kalau sudah S1 biasanya dari S1 umum ambil Jurusan PGSD BI (Bidang Ilmu). Biasanya selesai maksimal 4 semester. Kami kuliahnya hanya Sabtu Minggu. Jadi sebagian besar dari mereka yang juga guru ini, tidak terhambat mengajarnya. Senin-Kamis tetap bisa ngajar. Sabtu Minggu kuliah dari pukul 7.30-17.00 WIB,” jelasnya.

Proses belajarnya per lokal maksimal 20 mahasiswa. Dan sistem belajarnya berdasarkan paket yang dibekali dengan modul.
Enaknya kuliah di UT, selain bisa sambil kerja (mengejar karier), ketika kita di luar kota (misal ada tugas dinas) tetap bisa kuliah UT.

“Misal tiba-tiba suami ditugaskan di luar kota dalam waktu lama. Kita diminta mendampingi. Maka, kita bisa Diklat di UT tempat kita tinggal itu. Tidak perlu nambah biaya lagi,” kelasnya.

Berdasar pengalamannya selama mengajar, sebagian besar untuk S1 Bidang Ilmu tuntas maksimal 4 semester. Sementara S1 reguler maksimal tuntas delapan semester.

“Karena dari sisi biaya pun murah. Dibanding kita harus kuliah ke luar kota, belum harus mengeluarkan biaya kos, transpor, makan dan sebagainya. Di UT, cukup bayar biaya per SKS. Itu pun tergolong murah dan terjangkau,” jelasnya. (02)

Rekomendasi Berita