oleh

PKL Nakal Ditertibkan

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Empat Lawang menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nakal, Selasa (26/9). Para PKL ini nekat tetap jualan di trotoar Pasar Tradisional Tebing Tinggi.

Pantauan di lokasi, ratusan Anggota Sat Pol PP di-backup oleh Polres Empat Lawang serta Koramil Tebing Tinggi bergerak menuju Pasar Lorong Talang Padang. Mereka menertibkan terpal dan payung yang digunakan para PKL untuk jualan.

“Ini merupakan tindak lanjut dari penertiban sebelum Idul Adha kemarin, dan para PKL sudah berjanji tidak akan berjualan di atas trotoar, namun masih ada saja yang masih melanggar dan hari ini kita tertibkan,” jelas Kepala Sat Pol PP Kabupaten Empat Lawang, Chandra SH melalui Sekretaris Pol PP, Elvansya Muda, Selasa (25/9).

Sebagaimana tertera dalam Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 131 trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk orang pribadi.

Lalu pada Pasal 28 ayat (2) dalam UU tersebut ditegaskan, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.

Ada dua macam sanksi yang dapat dikenakan pada orang yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki.

Sesuai pasal 274 ayat 2 UU LLAJ,  ancaman pidana bagi setiap orang yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Setelah penertiban itu, mereka akan segera memasang marka larangan untuk berjualan di area trotoar Pasar Tebing Tinggi.

“Besok kita akan pasang marka larangan, agar masyarakat tau batas-batas yang tidak boleh untuk berjualan,” jelas dia.

Sementara, salah seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, dirinya sudah memiliki tempat berjualan di Pulau Mas, namun letaknya yang dianggap tidak strategis untuk berjualan sehingga dia masih nekat berjualan di trotoar Pasar Tebing Tinggi.

“Jarang sekali ada orang mau belanja di Pulau Mas itu. Makanya kami milih jualan di sini,” kilahnya. (cw2/lik)

Rekomendasi Berita