oleh

PKL Merasa Diadu Domba

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Pasca direlokasi ke kawasan Pulo Emass, Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Tebing Tinggi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang tidak pilih kasih, dan bertindak tegas. Terutama terhadap para PKL yang masih bandel, berjualan di luar kawasan Pulo Emass.

Vina salah seorang PKL mengatakan, kalau PKL seluruhnya dipindahkan ke Pulo Emass, tidak masalah. Tapi, kalau satu saja ada yang masih berjualan di luar kawasan Pulo Emass, itu yang jadi masalah, akan memicu kecemburuan para pedagang lain.

Sementara, salah seorang pedagang lain, Din mengatakan, kondisi kawasan Pulo Emass sangat tidak siap menampung seluruh PKL yang berjualan di kawasan Pasar Tebing Tinggi. Hal ini dikarenakan di kawasan Pulo Emass tidak ada jaringan listrik dan air bersih.

“Juga, para pedagang disuruh bikin sendiri lapak di sana, akhirnya tempat jualan jadi ajang rebutan antara PKL. Ada yang klaim tempat hingga tiga meter, ada yang dua meter ada yang tidak dapat sama sekali di lokasi strategis, ini memicu kecemburuan sosial,” jelasnya.

Seharusnya Pemkab Empat Lawang data terlebih dahulu seluruh PKL yang ada di seluruh kawasan Pasar Tebing Tinggi, berapa jumlah warung makan, penjual buah-buahan, penjual sayur-sayuran, penjual daging/ikan, pakaian jadi dan sebagainya. Setelah itu dibagi, mana yang menjadi lokasi warung makan, penjual buah-buahan penjual sayur-sayuran, penjual daging/ikan, pakaian jadi dan sebagainya.

Kalau Pemkab tidak mampu membuatkan pondokan untuk tempat jualan, paling tidak lokasinya dibagi dahulu dengan cara diundi, biar tidak ada rasa kecemburuan sosial antara PKL. Jangan seperti ini, sudah tidak ada kompensasi, PKL disuruh rebutan lokasi, pedagang merasa seperti diadu domba.

Terpisah, salah seorang warga Lorong Arabiah Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Aman mengatakan dipindahkannya seluruh PKL dari kawasan Pasar Tebing Tinggi, sangat diapresiasi pihaknya. Kawasan Lorong Arabiah bukanlah lokasi yang pantas dijadikan pasar sayur, karena merupakan kawasan pemukiman dan ada gedung sekolah.

“Selama ini kami ini makan hati ulam jantung, tahu sendiri pedagang sayuran, buang sampah suka-suka, buang air limbah tidak memikir tempat. Sudah jadi kumuh kampung kami ini, bau tidak sedap sepanjang jalan dan banyak nyamuk juga. Coba lihat gedung sekolah itu, apakah pantas di depannya ada pasar sayur,” ungkapnya.

Meski demikian lanjut Aman, dia minta Pemkab Empat Lawang tetap berlaku adil dalam merelokasi pasar. Kalau pindah, ya seluruhnya harus pindah, jangan sampai ada lagi yang jualan di luar kawasan Pulo Emass. (10)

Rekomendasi Berita