oleh

PKL Di-deadline Hingga 30 September 2019

1 Oktober 2019 Mulai Penertiban

LINGGAU POS ONLINE – Kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau mengambil tindakan tegas untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL), yang ada di sekitar Pasar Instruksi Presiden (Inpres) Blok A dan B.

Berdasarkan hasil rapat yang dipimpin Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani di Op Room Dayang Torek, Kompleks Perkantoran Walikota Lubuklinggau Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Selasa (17/9) pedagang diberi waktu hingga Senin (30/9). Terhitung Selasa (1/10), tim terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Polres Lubuklinggau, anggota Kodim 0406 MLM, Polisi Militer (PM) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Lubuklinggau bakal melakukan penertiban PKL.

Kepala Disdagrin Kota Lubuklinggau, H Surya Darma mengatakan dari depan Masjid Agung As-Salam hingga simpang RCA, Jalan Kalimantan, dan Jalan Sudirman kompleks Pasar Inpres Blok A dan B harus steril dari PKL. Khususnya dari pukul 05.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

“Artinya boleh berjualan tapi di jam yang sudah ditentukan, yaitu dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 05.30 WIB. Kalau luar jam tersebut masih mau jualan bisa ke Pasar Bukit Sulap (PBS), Pasar Simpang Periuk, Pasar Lubuk Tanjung,” tegas Surya Darma.

Diakui Surya Darma, lebih kurang ada 300 pedagang yang masih berjualan di kawasan terlarang. Pemerintah tidak hanya merelokasi, tapi juga memberikan solusi. Los dan lapak di PBS, Pasar Simpang Periuk, dan Pasar Lubuk Tanjung jumlahnya lebih dari 500 unit, itu artinya pedagang tidak akan kekurangan lapak.

Disdagrin Kota Lubuklinggau bakal melakukan sosialisasi, salah satunya dengan menyampaikan Surat Edaran (SE) Walikota Lubuklinggau terkait penertiban PKL. Mulai 1 Oktober 2019, akan ada personel Sat Pol PP, didampingi anggota Polres Lubuklinggau, dan Kodim 0406 MLM yang standby dan berjaga-jaga di kawasan tersebut.

Diakui Surya Darma, Pasar Inpres khususnya Blok A sudah tidak layak lagi ditempati. Bangunan tersebut sudah sangat rapuh, kondisi tersebut pedagang dan pengunjung pasar.

Sementara itu Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani meminta Disdagrin Kota Lubuklinggau untuk berdialog dengan pedagang dari hati ke hati. Agar tidak terjadi salah kaprah, sehingga menimbulkan masalah baru.

“Pendekatan terlebih dahulu sekaligus sosialisasi, jangan sampai menimbulkan masalah baru,” tegas Rahman Sani.

Laporan Peny Anggraini

Rekomendasi Berita