oleh

Piutang Jamsoskes Untuk Bayar Hutang

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Masalah pembayaran program Jamsoskes yang ada di Rumah Sakit (RS) Siti Aisyah hingga saat ini masih menggantung, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas belum melakukan pembayaran jika Pemkot Lubuklinggau juga belum melakukan pembayaran ke RS Sobirin.

Direktur RS Siti Aisyah, H Mast Idris Usman mengatakan bahwa utang Pemkab Musi Rawas untuk program Jamsoskes ini sebesar Rp 8 miliar, sedangkan Pemkot Lubuklinggau Rp 7 miliar. Itu artinya hanya selisih Rp 1 miliar.

“Sebenarnya sama-sama menunggu, mungkin Pemkot Lubuklinggau belum bisa bayar karena menunggu kucuran dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel). Intinya mereka (Pemkab Mura,red) akan bayar ke kita jika Pemkot sudah bayar,” ungkap Mast Idris.

Ditambahkan Mast Idris, piutang tersebut wacananya akan digunakan untuk melunasi hutang RS Siti Aisyah lainnya. Seperti membayar hutang obat dan barang habis pakai lainnya, hutang jasa dan perawat.

“Piutang itu untuk melunasi hutang, 40 % untuk membayar jasa baik dokter maupun perawat. 60 % untuk membayar hutang obat,” tambah Mast Idris.

Diakui Mast Idris, kedua pemerintah daerah sepakat pasien Jamsoskes akan dirujuk ke RSUD masing-masing. Itu artinya per 1 April 2018, pasien Jamsoskes dari Kabupaten Musi Rawas akan dirujuk ke RSUD Sobirin. Begitu juga pasien Jamsoskes asal Kota Lubuklinggau akan dirujuk ke RSUD Siti Aisyah.

“Ini langkah yang paling tepat untuk tidak memperbanyak hutang lagi,” cetus Mast Idris.(07)

Rekomendasi Berita