oleh

Pisah Dari Muara Enim, Bentuk Kabupaten Baru

LINGGAU POS ONLINE – Tokoh masyarakat lima dari enam kecamatan urung rembuk membahas potensi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) dan memisahkan diri dari Kabupaten Muara Enim. Enam kecamatan itu yakni Kecamatan Rambang Niru, Dangku, Empat Petulai Dangku, Lubai, Lubai Ulu dan Belimbing Jaya.

“Pertemuan para tokoh masyarakat dari lima dari enam kecamatan bersepakat merintis jalan menuju DOB. Langkah awal sudah disusun dan mulai dijalankan,” jelas Usman Firiansyah, SH, salah seorang tokoh penggagas, Minggu (8/12/2019).

Usman menegaskan bahwa secara geografis dan potensi alam serta sumber daya manusia yang dimiliki enam kecamatan ini, dinilai sudah memenuhi persyaratan untuk pembentukan DOB. Maka, katanya, pertemuan menyepakati untuk membangun dan perkuat opini publik dengan pemberdayaan tokoh agama dan tokoh adat, pemuda, kaum wanita dan masyarakat dalam 60 desa di lima kecamatan tersebut.

Ditanya lebih lanjut soal nama kabupaten baru yang akan dimekarkan dan di mana calon ibu kota kabupaten, pengacara alumni Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini mengatakan diserahkan ke masyarakat.

“Ya, soal nama kabupaten baru dan di mana ibu kotanya, kita ikuti usul terbanyak masyarakat,” ujarnya.

Sebab, katanya, beberapa hari terakhir, banyak nama dan lokasi ibu kota yang disampaikan. Dan semua yang telah disampaikan atau diusulkan itu akan diinvetarisir untuk kemudian disepekati bersama sama.

“Semua usul atau saran kita tampung,” katanya menambahkan, demikian pula dengan logo, banyak usulan yang sudah mulai masuk.

Karena ini masih dalam proses dan tahap awal, katanya, disepakati pembentukan tim mulai dari tingkat kecamatan, hingga tim desa. Masing-masing desa dan kecamatan akan membentuk tim terdiri dari 10-20 orang.

“Kami minta agar nama-nama yang masuk dalam tim agar dengan sepenuh hati menjalankan tugas, walaupun sebenarnya, nama yang belum masuk tetap diminta aktif,” terang Usman.

Lebih lanjut, aktivis 98 ini menjelaskan, pemekaran daerah baru ini semata mata dimaksudkan untuk lebih nyata memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Di samping mendekatkan secara administratif, katanya, potensi yang dimiliki lima kecamatan ini tidak diragukan, baik sumber daya manusianya maupun sumber daya alamnya.

“Maka, berpikir maju,  berjiwa besar, semangat membara, berjuang tanpa menyerah, berani karena kebenaran, santun, sabar, saling pelalu, tekun dan tawadduk, akan menjadi persyaratan berhasilnya suatu perjuangan besar. Mari, kita awali degan Bismillahirrohmaanirrohiem, semoga perjuangan ini bernilai ibadah dan in syaa Allah dapat menjadi amal jariah bagi kite semua, Aamin YRA,” ujarnya semangat.

Wacana pembentukan kabupaten baru ini mendapat dukungan dari banyak tokoh. Seperti, tokoh masyarakat Rambang, Aswandi Assegap. Namun, politisi PDI Perjuangan menyarankan agar terus berpedoman aturan perundangan-undangan. “Saran saya, ajak ahli hukum pelajari lagi syarat dalam undang undang, seperti luas wilayah dan jumlah penduduk, serta potensi yang dimiliki daerah,” ujarnya.

Dukungan juga mengalir dari tokoh lain. Prof Dr H Amin Rejo, juga memberikan suport kepada para penggagas untuk terus bekerja dan berjuang. Dosen Fakultas Pertanian dan Direktur Pascasarjana Unsri yang juga putra asli daerah Rambang memberikan dukungan penuh.

Senada, disampaikan Prof Dr Bandi Hermawan. Ilmuwan dari Univeritas Bengkulu yang juga putra daerah ini menyatakan dukungan. Dia turut menyampaikan berbagai pemikiran, sebagai bahan bagi para penggagas.

Kembali, Usman menegaskan, pihaknya akan optimal memenuhi persyaratan berdasarkan Undang Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Kami terus menerima masukan dari berbagai pihak, dan mohon dukungan semua. Apalagi, awalnya dari lima kecamatan, kemudian berkembang menjadi enam kecamatan, dengan bergabungnya Kecamatan Belimbing Jaya,” tutup Usman.(*)

Sumber: Enim Ekspres

Rekomendasi Berita