oleh

Pintu Exit Tol di Tengah Kota?

“Pembangunan tol di Provinsi Bengklulu sudah berjalan, begitu juga di Kabupaten Muara Enim. Nanti ketemunya di tengah yaitu Kota Lubuklinggau..” Kabid Bina Marga, Ibrahim

LINGGAU POS ONLINE – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau masih ‘nego’ pintu exit tol Bengkulu-Lubuklinggau. Konsultan pembangunan proyek ini wacananya akan menempatkan pintu exit di Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di Kelurahan Watas Lubuk Durian. Namun, Pemkot Lubuklinggau mengusulkan pintu exit tersebut ditempatkan di tengah kota, minimal di Kecamatan Lubuklinggau Timur I atau II.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Lubuklinggau, H Asril didampingi Kabid Bina Marga, Ibrahim, Kamis (8/8) mengatakan proyek ini sudah berjalan.

“Pembangunan tol di Provinsi Bengkulu sudah berjalan, begitu juga di Kabupaten Muara Enim. Nanti ketemunya di tengah yaitu Kota Lubuklinggau, saat ini belum ada keputusan pintu exit tol di Lubuklinggau akan ditempatkan di mana. Kami masih bahas dan usulkan di tengah kota,” ungkap Ibrahim.

Ditambahkan Ibrahim, hingga saat ini ia juga belum mengetahui berapa luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan tol tersebut khususnya yang melewati Kota Lubuklinggau. Apalagi mekanisme pembebasan lahan.

“Belum membahas sampai ke sana, masih menentukan pintu exit-nya,” cetusnya.

Diakui Ibrahim, dalam satu atau dua bulan ke depan sudah diputuskan pintu exit tol melintasi Kota Lubuklinggau. Sehingga September sudah dilakukan pengukuran, dan pembebasan lahan. 2020 mulai pengerjaan di Kota Lubuklinggau.

“Proyek ini tiga tahun ditargetkan selesai dan dapat dimanfaatkan warga,” jelasnya.

Menurut Ibrahim, akan banyak dampak positif jika Lubuklinggau miliki pintu exit tol Lubuklinggau-Bengkulu, terutama mendukung wacana Pemkot Lubuklinggau untuk pengembangan kawasan industri.

Sementara Camat Lubuklinggau Selatan I, H Sarjani mengatakan informasi yang ia dapat, exit tol di Kelurahan Jukung Jaya dan Kelurahan Lubuk Binjai.

Karena untuk sekarang belum ada petunjuk pelaksanaan titik nol letak pembangunan di dua kelurahan tersebut oleh Pemkot Lubuklinggau. Sedangkan untuk Kabupaten Musi Rawas padahal sudah titik nol letak pembangunan.

Bagi lahan warga yang terkena jalan tol tersebut akan diganti untung, karena selaku pemerintah setempat dan warga sangat mendukung program pemerintah pusat tersebut.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mura, Adi Winata mengungkapkan ada dua wilayah yang nantinya akan jadi lokasi exit tol Bengkulu-Palembang. Dua wilayah tersebut, Desa Kebur Kecamatan TPK dan Desa Durian Remuk Kecamatan Muara Beliti.

Awalnya dijelaskan Adi, hanya di Desa Kebur. Namun Bupati kembali mengusulkan di Desa Durian Remuk Kecamatan Muara Beliti.

“Dan usulan kami diterima, mengingat wilayah yang sering simpang simpul sudah memenuhi syarat,” ungkap Adi.

Kini dilanjutkan Adi, tim dari PT Utara Karya sebagai pihak ketiga yang mengerjakan proyek ini sedang menginventarisir lokasi tersebut.

“Dan kami tinggal menunggu tahap selanjutnya. Sambil menunggu, kita mulai melakukan sosialisasi ke masyarakat, melalui pemerintah setempat yakni camat dan kepala desa,” jelasnya.

(rfm/nia/adi)

 

Rekomendasi Berita