oleh

Pimpinan Sepakat BK Berikan Teguran

Dewan yang Tidak Hadiri Rapat

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – Wakil Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, Taufik Siswanto membenarkan jika selama ini seringnya pelaksanaan rapat paripurna DPRD, baik paripurna istimewa maupun internal menjadi ‘molor’. Hal ini disebabkan, belum memenuhinya kuorum rapat.

Maka menurutnya wajar kalau Badan kehormatan (BK) DPRD Kota Lubuklinggau, sesalkan hal ini. Pimpinan DPRD setuju dengan apa yang disampaikan BK, serta langkah mereka untuk menginventarisir absensi kehadiran anggota Dewan.

“Dan kami (pimpinan DPRD, red) yakin, yang BK lakukan semata-mata untuk menjaga kredibilitas nama baik DPRD Kota Lubuklinggau,” tegas Taufik, Kamis (2/11).

Politisi Partai Demokrat ini juga membenarkan, saat ini sudah banyak suara-suara tumbang mengenai kinerja DPRD.

“Dan seringnya molor pelaksanaan rapat paripurna ini, tidak hanya sekali ini saja. Sementara tuntutan untuk disiplin harus diutamakan. Dengan adanya teguran dari BK, bisa menjadi efek jera untuk semua anggota dewan. Dengan harapan, kedepannya tidak ada lagi anggota dewan tidak hadir saat rapat paripurna,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sepakat kalau BK segera menindaklanjuti hal ini dengan memberikan teguran kepada anggota dewan yang bersangkutan.

“Jelas berdasarkan Tata Tertib (Tatib) DPRD Kota Lubuklinggau, apabila anggota dewan tiga kali berturut-turut tidak hadir saat rapat dengan tanpa keterangan, maka BK bisa memberikan sanksi kepada anggota dewan tersebut. Sanksi awal, BK berhak memberikan teguran secara lisan. Kedua, diberikan teguran secara tertulis, hingga dikeluarkannya Surat Peringatan (SP).

Sebelumnya, Ketua BK DPRD Kota Lubuklinggau, Merizal sesalkan banyaknya anggota dewan, yang tidak hadir saat rapat paripurna internal, dengan agenda membahas LKPJ Akhir Masa Jabatan (AMJ) Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau, Kamis (1/11).

Pasalnya rapat yang seharusnya dijadwalkan sesuai dengan undangan dimulai pukul 14.00 WIB, molor dan baru bisa dimulai pukul 16.00 WIB.

“Karena yang hadir hanya 13 anggota dewan hingga pukul 15.30 WIB. Itu pun, dua diantaranya unsur pimpinan,” ungkapnya.

Setelah Staf DPRD menghubungi anggota dewan yang belum hadir, maka hadir anggota dewan dari fraksi NasDem tiga orang dan satu anggota dewan dari fraksi PKB. Karena sudah memenuhi kuorum, rapat bisa dimulai tepat pukul 16.00 WIB.

Selama ini ia menegaskan, anggota dewan dituntut untuk tingkatkan kinerja. Apalagi, anggota dewan baru saja mendapat kenaikan tunjangan. Salah satunya tunjangan transportasi, yang sudah mereka terima. Dan mereka tahu, kalau selama ini juga banyak masyarakat yang protes dan meminta dengan adanya tunjangan tersebut, kinerja dewan meningkat.

“Bukan seperti saat ini, malah tidak hadiri rapat internal. Ini yang kita sayangkan. Lembaga terhormat DPRD ini kalau bukan kita siapa lagi yang mau menjaga kehormatannya. Bagaimana kita tidak diprotes, kalau kita saja tidak disiplin,” tegasnya.

BK dilanjutkannya, tidak segan-segan akan memberikan sanksi sesuai Tatib DPRD. Karena diakuinya, ada beberapa anggota dewan, yang sudah tiga kali berturut-turut tidak hadiri rapat paripurna internal.

“Kita (BK, red), punya kewenangan untuk menjaga kehormatan lembaga DPRD. Saat ini kita sudah menginventarisir absensi, karena itu akan menjadi bukti kita ketika memberikan sanksi kepada anggota dewan yang tidak disiplin,” ungkapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita