oleh

Pilkades Sempat Ricuh, Alat e-Voting Diduga Error

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Masyarakat di 16 desa 8 kecamatan Kabupaten Musi Rawas mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, Selasa (12/12). Mereka sempat tegang ketika menunggu proses penghitungan suara.

Optimismenya pemerintah menerapkan Pilkades sistem e-Voting, masih ada warga yang belum bisa menerima hasil penghitungan suara dari e-Voting ini.

Seperti di Desa Muara Kati Baru II, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) dan Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit. Di dua desa ini, terjadi keributan.

Fakta ini diperoleh dari hasil peninjauan wartawan Linggau Pos di lapangan. Kemarin juga, Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan, Asisten I EC Priskodesi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) H Mefta Joni, Kepala BKPSDM H Rudi Irawan Ishak, Kasdim 0406/MLM, B Hutahuruk, Perwakilan Kapolres Musi Rawas, Kepala Bagian Protokol, Kadispora H Heriyanto bersama tim dari Humas dan Diskominfo melakukan peninjauan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan STL Ulu Terawas Desa Kosgoro dan Desa Suka Merindu, Kecamatan Selangit Desa Lubuk Ngin Baru, Desa Taba Tengah dan Desa Batu Gane, serta Kecamatan TPK, di Desa Muara Kati Baru II.

Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan saat diwawancarai mengatakan dalam persaingan politik pasti menghadapi yang namanya konflik, akan tetapi sejauh ini konflik tersebut masih bisa diatasi dengan baik oleh petugas yang ada di lapangan.

“Wilayah-wilayah yang rawan konflik seperti di Selangit Desa Batu Gane dan Kecamatan TPK, Desa Muara Kati Baru II sudah kita tugaskan aparat kepolisian dan TNI dalam mengamankan kondisi. Karena, memang kalau kita lihat selisih dua suara dalam Pilkades di desa tersebut membuat masyarakat sangat kecewa. Meski demikian, kita tetap mengedepankan demokrasi dan juga mempercayakan kepada teknologi yang sudah diuji kemutakhirannya,” kata Hendra Gunawan, di sela-sela proses peninjauan Pilkades.

“Maka dari itu, bagi Kades yang sudah berhasil menang, agar menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat dengan baik. Karena, ujung tombak kemajuan daerah tersebut berada di tangan Kades,” terangnya.

Di tempat yang sama, H Mefta Joni mengatakan dari hasil monitoring berjalan dengan lancar, namun untuk masalah teknis tetap ada akan tetapi cepat diatasi oleh petugas.

“Antisipasinya kita serahkan ke camat dalam mengondisikan para calon, sampai sekarang pukul 15.00 WIB tidak ada masalah, namun kecuali tadi ada alat yang error, sudah diatasi,” imbuhnya.

Untuk pelantikan dipastikan dalam waktu dekat, karena memang ada enam Kades yang sudah cuti dan 10 desa yang habis masa jabatannya pada bulan Januari.

“Kalau aturan tanggal 27 Desember, namun akan kita musyawarahkan dengan calon Kades terpilih, dan disesuaikan dengan jadwal Bupati Musi Rawas. Saya mengimbau, kepada Kades terpilih untuk siap bertugas, menjadi pemimpin yang amanah,” pintanya.

Bahkan, lanjut Mefta Joni, kalaupun Kades terpilih tersebut ingin mendedikasikan dirinya menjadi Kades karena ada bantuan dari pemerintah pusat berupa Dana Desa (DD), maka hal itu tidaklah tepat.

“Memanfaatkan dan memaksimalkan DD yang diberikan tersebut, serta jangan berpikir untuk menjadi Kades karena ada dana yang besar tersebut,” tegasnya.

*** Alat e-Voting Diduga Error

Tentang kericuhan Pilkades di Desa Kecamatan Muara Kati Baru II Kecamatan TPK, sebab dua calon Kades atas nama Piska Riansah dan Simbolik Krisno tidak menerima hasil pemilihan, dikarenakan alat e-Voting yang digunakan diduga error.

“Dari data masyarakat yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 443, tapi hasil pemilihan jumlah yang menggunakan suara 444. Artinya, alat e-Voting error, kalau tidak error tidak mungkin terjadi kesalahan,” kata Piska didampingi Simbolik.

Selain itu, lanjut mereka berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) No. 11 Tahun 2016 Pasal 58 Ayat 1 dan 2, semua masyarakat yang datang ke bilik suara harus menentukan pilihannya, sebab melalui sistem e-Voting tidak ada istilah abstain atau suara tidak sah.

“Ini berdasarkan sosialisasi yang sudah disampaikan ke kami, dan lagi dalam proses pemilihan ada beberapa pemilih yang mengalami kesusahan dalam mengeluarkan hasil printer,” jelasnya.

Maka dari itu, menolak keras hasil pemilihan, serta menyatakan proses pemilihan cacat hukum, karena hasil e-Voting tidak bisa dijadikan dasar.

“Meminta bupati membatalkan hasil pemilihan yang sudah dilakukan, dan menyatakan Pilkades Muara Kati Baru II diulang kembali dan dilakukan secara manual,” ungkapnya.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas, Azandri menyesalkan terjadinya permasalahan ini sebab telah menciderai pelaksanaan pesta demokrasi ditingkat desa. Bahkan, dirinya menilai kesiapan para panitia pemilihan, mulai tingkat kecamatan hingga desa belum matang.

“Ketika ditanya mengapa jumlah suara bisa lebih dari jumlah masyarakat yang menggunakan hak pilihnya, baik panitia kecamatan maupun desa tidak bisa menjelaskan hal itu, dan memang mereka tidak mengerti,” kata Azandri.

Nah, dilanjutkan Azandri, ini merupakan catatan buruk untuk Pemkab Musi Rawas. Apalagi, beberapa masyarakat belum bisa menggunakan metode pemilihan seperti ini (e-Voting).

“Kalau belum siap, Pemkab jangan gagah-gagahanlah, memaksakan sesuatu yang di luar kemampuan. Apa gunanya teknologi, kalau malah membuat gejolak di masyarakat. Sudah sosialisasi tidak bisa abstain, tapi pada praktiknya hal itu masih terjadi. Artinya, memang alat yang digunakan error” tegasnya.

***Personel Polisi Tetap Standby

Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro mengatakan bahwa setelah dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Kabupaten Musi Rawas secara serentak berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah pelaksanaan Pilkades berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan, sesuai dengan laporan anggota di lapangan,” kata Bayu Dewantoro, kemarin.

AKBP Bayu Dewantoro menjelaskan, walaupun pelaksanaan Pilkades sudah dilaksanakan namun anggota masih kita standby di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) khususnya di setiap Polsek-Polsek.

“Agar, mulai dari awal, pemilihan, dan hasilnya Pilkades benar-benar selesai berjalan dengan aman dan lancar,” jelas kapolres.

Lebih lanjut kapolres menjelaskan, mengenai apabila ada permasalahan Pilkades khusus suara kembali dengan peraturan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah (Pemkab) itu pun selama 30 hari.

“Jadi kita mengacu dengan peraturan itu, sebab leading sector-nya Pemkab Musi Rawas. Namun apabila ada, dugaan tindakan pidana maka kami siap turun untuk melakukan pengamanan,” jelas perwira seragam coklat ini.

Kapolres mengingatkan, kepada calon Kades dengan suara terbanyak jangan merayakan kemenangan terlalu berlebihan sebab tanggung jawab sudah menunggu menjadi Kades.

“Sedangkan, untuk yang suara sedikit harus terima dengan ikhlas,” tutupnya. (12/11/16)

Komentar

Rekomendasi Berita