oleh

Pilkades Pauh I Diduga Bermasalah

Keluarga Pinta Pilkades Ulang

Keluarga Calon Kades Pauh I, Repelita
“Surat suara yang dicetak 2.700, surat suara yang digunakan 2.052, semestinya sisa surat suara adalah 648, akan tetapi sisa suara 667. Artinya lebih 19 surat suara yang siluman…”

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak kedua tahun 2017 Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diduga menyisakan permasalahan. Ada 25 desa dari tujuh yang mengikuti Pilkades, Senin (4/12). Salah satu desa yang diduga Pilkades-nya bermasalah di Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir.

Salah seorang keluarga calon Kades Pauh I, Repelita yang bernomor urut 2, yakni Bastari Ibrahim yang merupakan kakak kandung Repelita.

Menurutnya, kemenangan calon nomor 3 atas nama Juherman diduga tidak sah. Karena telah terjadi pelanggaran secara sistematis, masif dan terstruktur yang melibatkan panitia pelaksana.

“Kami menduga telah terjadi penggandaan kertas surat suara di mana total kertas surat suara secara keseluruhan sebanyak 2.700 lembar dari jumlah mata pilih atau Daftar Mata Pilih (DPT) sebanyak 2.593 plus surat suara cadangan, dari Pemilihan kertas surat suara terpakai 2.052 sedangkan yang tersisa 667. Semestinya sisa surat suara yakni sebanyak 648 lembar. Artinya ada lebih 19 lembar surat suara,” terangnya, kemarin.

Dirinya menjelaskan, beberapa pelanggaran yang diduga dilakukan oleh calon nomor 3, yakni terjadinya money politic oleh salah satu kandidat yang melibatkan panitia tingkat desa. Dilakukan satu hari sebelum hari H, melalui penyebaran undangan dengan disertai uang untuk memilih kandidat nomor urut 3.

“Atas kecurangan tersebut sebanyak 16 orang telah melaporkan ke Polsek Rawas Ilir disertai dengan barang bukti,” bebernya.

Pelanggaran pada poin 1 merupakan pelanggaran yang serius dan merusak tatanan demokrasi. Berdasarkan regulasi hukum melanggar Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2015 jo Perda No. 6 Tahun 2017 khususnya pasal 16 ayat (2) poin (b) dan poin (j). Berdasarkan Perbup No. 82 Tahun 2017 melanggar ketentuan pasal 33 ayat (1) poin (j), mekanismenya penindakan secara hukum tercantum di dalam Pasal 34 ayat (2). 3 terjadinya kelebihan surat suara dengan dugaan terjadinya penggandaan surat suara.

Dan temuan kelebihan surat suara tersebut disaksikan langsung oleh Camat Rawas Ilir, Kapolsek Rawas Ilir, Danramil beserta masyarakat yang hadir.

“Surat suara yang dicetak 2.700, surat suara yang digunakan 2.052, semestinya sisa surat suara adalah 648, akan tetapi sisa suara 667. Artinya lebih 19 surat suara yang siluman,”sebutnya kembali.

Atas dasar itulah pihaknya tidak terima dan meminta dilakukan Pilkades ulang.

“Kami juga sudah melaporkan hal ini kepada Bupati dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Muratara,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPMD-P3A Kabupaten Muratara, Firdaus mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan dari panitia baik desa maupun panitia Kecamatan akan adanya dugaan pelanggaran Pilkades.

“Sampai sekarang belum ada laporan dari panitia desa terkait adanya pelanggaran seperti adanya gugatan pengadaan surat suara dan juga money politic,” katanya.

Lanjutnya silakan saja kalau ada kandidat melakukan sanggahan dan diproses lebih lanjut. Jika nanti terbukti dari gugatan tersebut maka akan diterapkan dengan aturan yang ada.

“Kalau ada yang menggugat makan akan diproses dan apabila nantinya tuntutan tersebut benar maka akan diterapkan sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita