oleh

Pilkada 2020 Pakai APBD Induk

LINGGAU POS ONLINE – Tahun 2020 mendatang, setidaknya ada tujuh kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bakal menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Antara lain, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara). Kemudian Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, dan OKU Timur.

Komisioner KPU Provinsi Sumsel, Hendri Almawijaya mengatakan kalau saat ini pihaknya masih menunggu regulasi terkait pelaksanaan Pilkada 2020. Estimasi awal, regulasi tersebut diterima September hingga Oktober 2019. Maka, untuk saat ini tujuh daerah yang akan melaksanakan Pilkada tersebut telah disampaikan untuk melakukan komunikasi. Terkait pelaksanaan Pilkada juga tentang anggaran yang akan digunakan untuk menyukseskan pesta lima tahunan tersebut.

Sebab, anggaran untuk pelaksanaan Pilkada dibebankan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing daerah, beda dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang dilaksanakan pada 17 April lalu, yang anggaran pelaksanaannya dibebankan dalam APBN.

“Kami sudah menyampaikan ke KPU yang akan melaksanakan Pilkada, untuk melakukan komunikasi terkait pelaksanaan Pilkada. Sebab, bila tidak dianggarkan, maka pelaksanaannya terpaksa ditunda,” kata Hendri Almawijaya.

Namun, ia menjelaskan berdasarkan informasi yang diterimanya sampai saat ini, pemerintah daerah di 7 wilayah yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020, mendukung anggaran yang disampaikan KPU. Meskipun, belum diketahui besarnya anggaran yang mereka setujui, karena anggaran pelaksanaan Pilkada kemungkinan besar masuk dalam APBD Induk 2020 mendatang.

“Memang, pemerintah daerah wajib untuk memberikan anggaran untuk kontestasi di Pilkada 2020 mendatang, karena itu sudah masuk dalam agenda nasional. Jadi, tidak boleh diabaikan. Tapi, kami yakin pemerintah daerah di Provinsi Sumsel, yang akan melaksanakan Pilkada 2020 mendatang, mendukung agenda Pilkada yang akan dilakukan pada 23 September 2020,” jelasnya.

Sementara itu Komisioner KPU Kabupaten Mura, Syarifudin mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi terkait anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan Pilkada 2020.

Berdasarkan informasi awal, pemerintah daerah siap untuk memberikan dana hibah terkait pelaksanaan Pilkada.

Hanya saja, untuk saat ini belum diketahui besarnya anggaran yang akan digelontorkan untuk perhelatan akbar tersebut.

“Kami sudah mengajukan draf anggaran, insya Allah disetujui oleh pemerintah, dan kami bisa melaksanakan Pilkada 2020 mendatang,” jelasnya.

Bahkan sebelumnya pihaknya sudah melakukan audiensi terkait anggaran yang akan digunakan. Namun, belum diketahui secara rinci besaran anggaran yang akan dihibahkan oleh pemerintah. (aku)

 

Rekomendasi Berita