oleh

Utamakan yang Miskin

LINGGAU POS ONLINE – Bantuan seragam, tas dan sepatu gratis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau segera direalisasikan. Sejumlah sekolah sudah mengajukan usulan. Namun, para penerima bantuan ini wajib memenuhi syarat khusus.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau, Dr H Tamri menerangkan, tahap pertama realisasi program ini 1.000 seragam untuk murid SD dan 1.000 seragam untuk siswa-siswi SMP.

Awal Agustus 2019 ini, tim Disdikbud Kota Lubuklinggau memverifikasi datanya.

Sementara Kepala SMPN 1 Lubuklinggau, Yani Jinawar memaparkan sebanyak 92 siswa-siswinya yang diusulkan ke Disdikbud Kota Lubuklinggau untuk menerima bantuan seragam gratis.

“Ada 92 orang yang kami usulkan. Sebab hanya 92 orang ini yang lengkap mengumpulkan persyaratannya. Diantaranya surat keterangan miskin, foto rumah siswa, kartu penerima PIP dan PKH bagi yang memiliki serta surat pernyataan orang tua penerima yang menyatakan memang benar-benar miskin. Surat keterangan tidak mampu dari kelurahan diperuntukkan bagi siswa yang tidak memiliki kartu PKH dan lain-lainnya,” jelas Yani Jinawar, Rabu (7/8).

Untuk verifikasi, lanjut Yani, anak-anak dimintai foto rumah yang benar-benar rumahnya.

“Jangan rumah orang lain yang dikirim, karena yang benar-benar menerima bantuan ini adalah yang benar-benar tidak mampu. Kami minta kejujuran orang tua dengan mengisi biodata yang sebenarnya, dan semoga yang kami usulkan terpenuhi,” harap Yani.

Hal sama disampaikan Kepala SMPN 3 Lubuklinggau, Endang Budiman.

“Kami mengusulkan 136 siswa untuk mendapatkan bantuan seragam, tas dan sepatu gratis dari Pemkot Lubuklinggau ini,” tuturnya.

Lain halnya dengan Kepala SMPN 7 Lubuklinggau, Darmansyah, yang mengusulkan 123 siswa calon menerima program ini.

“Untuk memastikan siswa itu benar-benar dari keluarga miskin, kami menugaskan guru untuk memverifikasi langsung ke rumahnya, apakah anak tersebut benar-benar miskin atau tidak. Dan setelah dikroscek memang 123 siswa ini benar-benar siswa yang tidak mampu. Banyak dari mereka merupakan anak yatim, belum punya rumah masih ngontrak, anak tukang ojek, anak pemecah batu dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Untuk itu, Darmansyah berharap anak-anak yang diusulkan pihaknya nantinya bisa mendapatkan bantuan Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe dan Wakil Walikota H Sulaiman Kohar.

Berbeda dengan SMPN 12 Lubuklinggau. Ada 155 siswa yang mengusulkan ke sekolah untuk mendapatkan bantuan seragam, tas dan sepatu gratis ini.

Namun Kepala SMPN 12 Lubuklinggau, Ridwan menjelaskan dari 155 orang yang mengusulkan, hanya 111 orang yang memenuhi syarat.

“Kami utamakan yang punya kartu Pra Sejahtera dalam bentuk KIP, surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat atau foto keadaan rumah orang tua siswa-siswi,” terang Ridwan.

Ia mengatakan, sekolah sifatnya hanya mengusulkan berdasarkan rambu-rambu atau syarat yang diberikan Disdikbud Kota Lubuklinggau.

“Soal realisasinya ada di tangan Disdikbud Kota Lubuklinggau,” tambahnya. (rrf/adi)

Rekomendasi Berita