oleh

Petugas Tembak Kedua Kaki Ono

PALEMBANG – Tim gabungan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Palembang, Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menangkap satu dari tiga tahanan narkoba kabur yang masih buron. Tahanan itu, David Haryono alias Ono.

Penangkapannya Sabtu (6/7) sekitar pukul 23.30 WIB di rumah Yanto (51), sebelah Stasiun Pertamina Kertapati Palembang. Sebelumnya, rekan Ono, Syarif Hidayat telah lebih dahulu menyerahkan diri, sekitar 13 jam usai kabur dari Rutan Pakjo.

Kepala Rutan Palembang, Mardan membenarkan adanya penangkapan terhadap Ono.

“Iya benar, di Polresta,” katanya.

Usai dibekuk, Ono diamankan di Mapolresta Palembang. Dalam penangkapan tersebut, Ono harus dilumpuhkan kedua kakinya.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumsel, Sudirman D Hury menyatakan, dua tahanan lain yang belum tertangkap saat ini masih diburu tim gabungan. Mereka, Subhan dan Feri Haryanto.

Informasi lain diterima Linggau Pos, sebelum empat tahanan ini kabur, Selasa 25 Juni 2019 mereka mendapatkan gergaji besi yang diselundupkan perempuan bernama Salsadita als Caca saat besuk.

Setelah berhasil kabur, dengan cara memotong jeruji besi, Jumat (5/7) sekitar pukul 14.00 WIB, Ono, Syarif dan Caca mendatangi rumah Yanto. Sementara Subhan dan Feri ke arah yang berbeda.

Seperti diketahui tiga dari empat tahanan Rutan Pakjo Palembang yang kabur adalah warga Lubuklinggau, yakni David Haryono alias Ono, Subhan dan Feri Heryanto.

Berdasarkan data yang dilansir Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumsel, Ono merupakan warga Jalan Puskesmas Taba RT.3 Kelurahan Cereme Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Kemudian warga Jalan Cereme Gang Sejahtera Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Serta Feri Heryanto warga Jalan Lintas Utara Kelurahan Siring Agung Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Hanya saja setelah Linggau Pos mengecek tiga alamat tersebut, ternyata mereka tidak dikenal oleh warga.
Seperti dijelaskan Ketua RT 12, Kelurahan Cereme Dalam, Sunarto saat ditemui di kediamannya, mengatakan bahwa beberapa hari lalu ada Buser dari Polres Lubuklinggau yang menemui dirinya. Dan menanyakan warganya bernama Subhan, tetapi di RT-nya nama tersebut tidak ada.

“Setelah didatangi Buser kemarin, saya langsung mencari nama tersebut. Tetapi tidak ada di RT saya, mungkin di RT lain dan jalannya saja sama. Karena Jalan Sejahtera ini sampai di Kelurahan Watervang,” jelasnya.

Begitu juga dengan Feri Heryanto yang diinformasikan menetap di Kelurahan Siring Agung Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Ternyata warga juga tidak mengenalnya.

Lurah Siring Agung Robiansyah mengatakan bahwa ia tidak mengetahui tentang terpidana tersebut di kelurahannya.

Terpisah Plt Kepala BNN Kota Lubuklinggau, Apandi menjelaskan pihaknya mengetahui kabar larinya Subhan, Feri Heryanto dan David Haryono alias Ono.

“Yang lari empat orang kan. Tiga diantaranya warga Lubuklinggau. Saya tahu kabar itu. Tapi yang nangkap BNN Sumsel. Kami tetap lidik. Tapi kami yakin, mereka nggak berani kembali ke rumah sini,” tutur Apandi, Minggu (7/7).

Apandi memastikan, para tahanan kasus penyalahgunaan narkoba itu bukan bandar biasa. Melainkan sudah mensuplai barang haram lintas Sumatera.

“Iya, jaringan mereka itu sudah Lintas Sumatera,” terang Apandi.

Apandi menegaskan, timnya tidak diam saja atas kasus ini. Mereka tetap melakukan lidik.

Terpidana David Haryono alias Ono, sebelumnya pernah menjalani hukuman di Lapas Narkotika Muara Beliti. Bahkan di dalam Lapas itulah, ia untuk keduanya kalinya ditangkap.

Seperti diceritakan Kepala BNN Musi Rawas, Hendra Amoer bermula ditangkapnya Subhan dan Feri Heryanto di Palembang oleh petugas BNN Sumsel.

“Keduanya dari Semangus menuju Palembang sengaja untuk mengambil kiriman sabu-sabu,” jelas Hendra Amoer, Minggu (7/7).

Subhan dan Feri ditangkap petugas BNN Sumsel saat menerima kiriman 3 kg sabu-sabu dari Aceh di pelabuhan Boom Baru Kota Palembang, Rabu 9 Mei 2018.

“Dari pengakuan keduanya, mereka diperintahkan oleh Ono untuk mengambil sabu-sabu tersebut di Palembang, untuk dibawa ke Musi Rawas,” tambahnya.

Berdasarkan pengakuan keduanya, kemudian Ono yang berada di Lapas Narkotika Muara Beliti diamankan. Selanjutnya Ono menjalani sisa hukuman di Palembang. Akhirnya kasus 3 kg sabu-sabu mengantarkannya divonis 20 tahun.(smk/lik/dlt/end)

Rekomendasi Berita