oleh

Petinggi PSSI Diperiksa Bergilir

Total 12 Tersangka, Dari 338 Laporan Hanya 73 Ditindaklanjuti

JAKARTA – Jajaran petinggi PSSI tidak bisa tidur nyenak. Ini setelah Satgas Mafia Bola terus bergerak dengan menetapkan deretan nama tersangka dalam skandal pengaturan skor. Skenario gelap yang selama ini ditutup-tutupi pun, makin menambah lebar, buruknya iklim kompetisi selama ini.

Juru bicara Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono tidak bisa memungkiri, setelah menangkap Mansyur Lestaluhu, staf Departemen Wasit PSSI, kemarin (16/1) keterlibatan petinggi PSSI lainnya menguat. Meski laporan yang masuk harus dikuatkan dengan data dan fakta.

Yang menarik Mansyur, merupakan satu dari beberapa nama petingi PSSI yang disinyalir punya peran penting dalam kasus pengaturan skor yang dilaporkan mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.

“Hari ini (Kemarin, red) kita sudah mendapatkan keterangan dari Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha. Pemeriksaan terkait laga Persibara versus PS Pasuruan. Besok (Hari ini, red) kita akan panggil yang lain,” terang Argo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/1).

Pemeriksaan, sambung Argo, akan dilakukan di Polda Metro Jaya. “Satgas sudah memanggil Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Papat Yunisial Exco PSSI, dan Irfan sebagai wakil Bendahara Umum PSSI. Besok (hari ini, red) pemeriksaannya. Kita tunggu saja,” ungkapnya.

Sayang Argo tidak menjelaskan secara detail substanis mengapa Ratu Tisha diperiksa dalam kasus tersebut. “Ya itu kan sudah berkaitan dengan laporan. Hasil dari keterangan dari Ratu Tisha, penting sebagai data tambahan. Kita tidak pandang bulu, semua yang diperlukan, kita mitai keterangan,” terangnya.

Yang pasti, lanjut dia, sejauh ini Satgas Mafia telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. Melalui hasil penyidikan enam tersangka sebelumnya, ditemukan empat tersangka baru. Keempat tersangka, JH cadangan wasit pertandingan, BS pengawas pertandingan, P Asisten wasit 1, dan MR asisten wasit II.

Sebelumnya yang menjadi tersangka adalah P sebagai eks komisi wasit, AYA, JL, anggota Komdis PSSI Mbah Putih, NS sebagai wasit pertandingan, dan ML sebagai anggota direktorat perwasitan yang mengatur seluruh wasit.

Adapun peran masing-masing adalah, JE dan Mbah Putih yang mengarahkan perangkat pertandingan untuk menguntungkan Persibara di Liga 3. NS selaku wasit pertandingan. Lalu P dan AYA bertugas membujuk mantan manajer Persibara Lasmi Indaryani untuk melakukan pengaturan skor. Terakhir ML sebagai anggota direktorat perwasitan yang mengatur penugasan wasit.

Ditambahkan, sejak satgas antimafia dibentuk, sudah ada 338 laporan yang masuk dari masyarakat. Dari jumlah itu sebanyak 73 laporan bisa ditindaklanjuti, dan diklasterkan terkait masalah pengurusan, wasit, pertandingan aneh, pemain aneh, dan ancaman. Adapun saat ini baru 4 laporan yang sudah ada tersangka dan ditahan.”Untuk, tersangka lain berinisial MR, CH, DS, dan P saat ini masih diburu. Nama-nama tersangka tersebut masih berkaitan atas laporan dari Ibu Lasmi Indaryani,” timpalnya.

Di tempat terpisah, Satgas juga melakukan penggeledahan kantor Asprov PSSI Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Ketampon, Surabaya, Jawa Timur. penggeledahan dilakukan secara tertutup dan berlangsung selama satu jam.

Staf Asprov PSSI Jawa Timur Sabrina mengatakan, dalam penggeledahan, Satgas Antimafia Bola mencari berkas terkait sejumlah pertandingan sepak bola yang berlangsung di Jawa Timur. “Sebelumnya sudah pernah datang, hanya mencari berkas dan data-data pertandingan saja sih, ada 3 orang yang datang,” singkat Sabrina.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendukung penuh upaya Satgas Antimafia Bola dalam membongkar kasus pengaturan skor atau match fixing di sepak bola Indonesia. “Kami tidak berhenti mendorong agar petugas terus melakukan upaya pencegahan. Saya berharap langkah-langkah ini memotivasi PSSI agar mendorong Komisi Disiplin bertindak lebih cepat,” ucap Menpora. (ful/fin)

Rekomendasi Berita