oleh

Petani Sulit Mengeringkan Hasil Panen

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Musim penghujan yang terjadi beberapa bulan terakhir merugikan petani. Karena petani kesulitan untuk mengeringkan hasil panen.

Sulitnya mengeringkan gabah hasil panen membuat petani harus ekstra dalam memanfaatkan cuaca, agar bisa mengeringkan hasil panennya.

“Selain sulit mengeringkan hasil panen, musim hujan membuat kualitas gabah menjadi jelek. Tetapi mau tidak mau ya bagaimana lagi, kurangnya panas saat menjemur membuat gabah sulit kering dan menjadi lembab,” kata Narto, warga kampung Bali, Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Minggu (27/5).

Narto mengaku, ia jemur padi pagi-pagi pukul 07.00 WIB – pukul 17.00 WIB, karena biasanya cuaca cerah. Kalau siang dan sore sering turun hujan. Namun jika pagi hari sudah mulai mendung dan turun hujan, ia terpaksa menunda menjemur gabah hingga cuaca cerah. Terkadang gabah tidak semua gabah miliknya kering.

Lebih lanjut Narto menjelaskan, hasil panen padi yang ia jemur, seluas satu ha dari luas pertanaman seluas 50 hektare, meliputi jenis padi Ciherang dan Mekongga.

“Panennya pada awal bulan Mei ini, dan mendapatkan 7 ton padi, setiap harinya menjemur padi sebanyak setengah ton sampai satu ton. Kalau musim panas, sekitar dua hari sudah kering, tetapi dengan keadaan saat ini bisa sampai satu Minggu,” kelu Narto.

Narto menambahkan, harga gabah di sawah saat ini berkisar Rp 4.800 per Kg, dan harga beras di tingkat petani di Rp 9.500.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Mura, Heryanto mengatakan, tingkat pertumbuhan tanaman padi di Mura relatif bagus, jika dibandingkan daerah lain. Produksinya bisa mencapai 6,5 ton hingga 7 ton per hektare. Dan saat ini memang lagi musim penghujan.

“Mura tidak mengenal istilah panen raya. Musim tanam lebih dulu dibandingkan di daerah lain. Sehingga kegiatan musim tanam dan panen itu tidak serentak dilakukan para petani. Jadi, di Mura itu tidak ada istilah panen raya padi. Musim tanam dan musim panen malah silih bergantian,” ungkap Heryanto. (04)

Rekomendasi Berita