oleh

Petani Lokal Jual Beras Terlalu Mahal

Upaya Bulog Drive Lubuklinggau Jaga Stabilitas Pangan

Bulog Drive Lubuklinggau menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras di kota ‘Sebiduk Semare’ ini. Lantas apa saja upayanya?

Laporan Peny Anggraini, Taba Pingin

SELAMA ini Bulog hanya dikenal masyarakat sebagai penyuplai atau penyalur Raskin saja. Tapi saat ini salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berinovasi, dan lebih dekat dengan masyarakat.

Salah satunya berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga pangan, beberapa kali Bulog Drive Lubuklinggau melakukan Operasi Pasar (OP). Langkah lainnya, dengan menggandeng pihak ketiga.

OP sendiri dilakukan sejak awal Januari 2018 hingga 31 Maret 2018, selama itu sudah 400 ton beras terjual.

“Beras yang kita OP tu beras medium,” ungkap Kepala Bulog Drive Lubuklinggau, Meizarani.

Beras medium tersebut langsung disuplai dari Pelembang, karena Bulog Drive Lubuklinggau tidak sanggup untuk membeli beras petani lokal.

“Petani lokal mau jual mahal yaitu Rp 9.810 per Kg, sedangkan kami beli di Palembang Rp 8.030 per Kg. Dijual lagi ke distributor Rp 8.100. Jadi kami belum bisa beli dari petani lokal,” ungkapnya.

Ditambahkan Meizarani, distributor wajib menjual beras premium ini ke pengecer di bawah HET Rp 9.350 per Kg. Itu artinya distributor tidak boleh menjual lebih tinggi dari HET.

“Dari program ini cukup bisa menjaga stabilitas harga pangan, pasalnya dari pantauan kami harga besar berkisar Rp 9.000 malah di bawah HET,” ungkapnya.(*)

Rekomendasi Berita