oleh

Petani Kembangkan Kopi Arabika

CURUP – Sejumlah kelompok tani saat ini mulai mengembangkan kopi jenis Arabika. Beberapa diantaranya petani di Kecamatan Sindang Dataran, seperti di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Bermani Ulu (BU).

“Yang banyak mulai menanam jenis Arabika di Kecamatan Sindang Dataran, di sini juga mulai banyak petani yang mulai menanamnya,” ungkap Muncul (43), salah seorang petani Desa Kampung Melayu, Kamis (24/1).

Menurut Muncul, kopi jenis Arabika ini lebih cepat berbuah mulai dari penanaman hingga siap dipanen.

“Kalau dari menanam sampai belajar berbuah 8 bulan sudah bisa panen dibandingkan dengan kopi jenis robusta yang biasa ditanam lebih dari satu tahun baru belajar berbuah,” katanya.

Selain itu, harganyapun lebih tinggi, per kaleng kopi Arabika basah tingkat petani bisa dihargai sampai Rp80 ribu. Sedangkan digiling sekaleng bisa jadi 3 kg. Namun, sambungnya, kopi jenis Arabika ini dipanen merah dan harus dipilih.

“Kalau dipanen campur, dimasukkan kualitas asal atau kopi biasa, tapi kalau petik merah harganya lebih tinggi,” akunya.

Jenis Arabika ini, biasanya dibeli khusus untuk produksi kopi Luwak dan rasanya lebih pahit. Senada disampaikan Dedi (37) warga yang sama mengatakan, meski belum banyak yang menanam jenis Arabika, kalangan petani sekitar biasanya ingin melihat hasilnya terlebih dahulu.

“Kalau sudah melihat hasilnya lebih banyak, biasanya banyak yang ikut menanam jenis Arabika, kalau sekarang masih beberapa petani yang menanam itupun yang mempunyai lahan luas lebih dari satu hektar,” ungkapnya. (sam)

Rekomendasi Berita