oleh

Petani Keluhkan Harga Panen

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Petani sayur-mayur di Kabupaten Rejang Lebong kembali mengeluh. Selain serangan hama penyakit, harga panen sejak awal tahun 2018 ini tidak menguntungkan mereka.

“Kalau keluhan kita harga panen petani murah,” ucap Nopi (43) seorang petani di Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang, Selasa (10/4).

Menurut Nopi, harga jenis sayur-mayur dihasilkan petani, sejak awal tahun lalu memang sangat rendah. Serta tak sebanding dengan harga bibit, racun serta pupuk harus setiap saat disediakan petani.

“Harga panennya murah. Sementara harga bibit, racun sampai pupuknya naik terus,” ungkap dia.

Saat ini, kata Nopi, harga sayuran jenis Kol Bulat, Sawi, Timun, Wortel di petani hanya Rp 1.000 per Kg. ” Harga Sawi, Kol bulat, Timun, Wortel serba Rp 1.000 per Kg di tingkat petani, tidak tahu kalau di pasaran,” jelas Nopi.

Sementara itu, harga Cabai Hijau di petani dihargai Rp 15.000 per Kg, Cabai Merah Rp 28.000 per Kg, Cabai Rawit Rp 35.000 per Kg dan Tomat Rp 3.000 per Kg.

“Tomat sudah mulai ada harganya. Kemarin, sempat Rp 500 per Kg, sekarang sudah naik jadi Rp 3.000 per Kg,” tambahnya.

Senada disampaikan Shahri, petani Daun Bawang di lokasi yang sama.

“Kalau daun Bawang sekarang Rp 2.500 per Kg, kalau normalnya daun bawang biasa ditingkat petani antara Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per Kg,” akunya.

Menurut dia, dirasakan petani dari penurunan harga sayur-mayur pada pupuk.

“Pupuk yang mahal pengeluaran petani, kadang kita menggunakan pupuk nonsubsidi jika stok pupuk subsidi belum datang,” jelas Nopi.

Ia hanya berharap, seiring naiknya harga pupuk, racun dan bibit, bisa disesuaikan dengan harga panen petani. (09)

Rekomendasi Berita