oleh

Petani Harapkan Harga Karet, Jangan Dibawah Harga Beras

LINGGAUPOS.CO.ID – Entah apa yang menyebabkan harga jual karet di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati sampai saat ini masih saja stagnan di kisaran harga Rp6.500 per kilogramnya tidak pernah mengalami kenaikan seperti yang di harapkan para petani kecil yang mengais rezeki dari hasil getah kayu tersebut.

Berdasarkan pengakuan Ismail salah seorang petani karet di Tebing Tinggi harga karet sejak awal tahun 2021 sampai sekarang hanya di kisaran Rp6.000 sampai Rp6.500 perkilogramnya dan kalaupun mengalam kenaikan itupun tak banyak dan tak bertahan lama.

“Memang pernah harga naik mencapai Rp8000 perkilogram di tingkat petani namun hanya bertahan sekitar dua minggu setelah itu harga kembali terjun bebas,” ungkapnya, Selasa (8/6/2021).

Ia mengaku pasrah dengan kondisi harga sekarang ini karena menurutnya ingin pindah pekerjaan, Namun setelah dipikir – pikir masih sama saja.

“Saya sudah pernah alih profesi sebagai tukang ojek tadi kenyataannya banyaklah tukang ojeknya dari pada penumpangnya apalagi musim pandemi seperti sekarang ini yang masih mewabah, sempat juga beralih ke kuli bangunan untuk sekarang juga semakin susah karena banyaklah kuli nya dari pada bangunannya,”ungkapnya.

Senada, Damiri petani lain juga berharap agar harga karet di tingkat petani bisa naik minimal sama dengan harga beras di pasar untuk perkilonya.

“Harapannya sekilo karet itu harganya sama dengan sekilo beras di pasar yaitu kisaran Rp10.000 perkilogram, agar petani karet bisa lebih sejahtera,” harapnya.

Terpisah, Sadat salah seorang pengepul karet di kawasan Tebing Tinggi mengaku kalau memang dirinya saat ini membeli karet dari petani di kisaran harga Rp6.500.- sampai dengan Rp7.500 tergantung kwalitas barang.

“Iya, harga masih seperti biasa belum ada perubahan tergantung dengan banyaknya barang dan juga kadar airnya itu patokan kita menentukan harga,” katanya.(*)

Rekomendasi Berita